Kamis, 09 Januari 2020

Rangkuman materi Bhinneka Tunggal Ika (TWK CPNS HOTS)

Rangkuman materi Bhinneka Tunggal Ika TWK CPNS HOTS - pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu tema soal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) CPNS yaitu tentang Bhinneka Tunggal Ika. Apa yang dimaksud dengan Bhinneka Tunggal Ika?


Pengertian Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuno. Secara bahasa (etimologi), Bhinneka memiliki arti yaitu beraneka ragam, tunggal memiliki arti yaitu satu, dan Ika memiliki arti yaitu itu. Bila kita gabungkan ketiga kata tersebut, maka secara bahasa Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti “beraneka ragam satu itu.” 

Kemudian, agar penerjemahannya tidak terlalu kaku, maka Bhinneka Tunggal Ika secara bahasa dapat diartikan menjadi “Berbeda-beda tapi tetap satu kesatuan.”
Rangkuman Materi - Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Negara Indonesia 

Berdasarkan pasal 36A UUD 1945, Bhinneka tunggal Ika adalah semboyan negara Indonesia. Mengapa dijadikan semboyan Negara Indonesia? Alasannya, karena arti dari Bhinneka Tunggal Ika mewakili karakteristik negara Indonesia.

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman suku, budaya, bahasa, agama dan lain-lain. Meskipun beranekaragam, tetapi negara Indonesia tetap satu kesatuan. Perbedaan diantara warga masyarakatnya bukan menjadi alasan untuk saling bermusuhan, namun perbedaan diantara warga masyarakatnya justru menjadi keunikan yang menambah kekayaan negara Indonesia.


Sejarah Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika berasal dari syair jawa kuno (kakawin), adapun kakawin tersebut adalah Kakawin Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular (seorang pujangga pada masa Kerajaan Majapahit).

Kalimat Bhinneka Tunggal Ika dapat ditemukan pada pupuh 139 bait 5 pada Kakawin Sutasoma, yaitu :
Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
(Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda),
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
(Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?),
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
(Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal)
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.
(Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran)

Pada masa Kerajaan Majapahit, kalimat Bhinneka Tunggal Ika menjadi doktrin bagi para penganut Budha dan Hindu-Siwa agar bisa hidup rukun dan damai walaupun dalam perbedaan, bahkan kalimat Bhinneka Tunggal Ika ini diyakini merupakan salah satu sebab Kerajaan Majapahit dapat menyatukan nusantara.

Begitu terkenalnya kalimat ini, sehingga dapat melintasi zaman, yaitu dari zaman Kerajaan Majapahit hingga zaman Pergerakan Nasional Indonesia bahkan sampai zaman sekarang. Pada zaman Pergerakan Nasional Indonesia, Muhammad Yamin mencetuskan kalimat Bhinneka Tunggal Ika beberapa kali dalam Sidang BPUPKI serta mengusulkan kepada Soekarno untuk dijadikan sebagai semboyan negara. Soekarno menerima usulan Muhammad Yamin untuk menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. 

Setelah Indonesia merdeka, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara diakui melalui Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 dalam pasal 5 yang berbunyi “Di bawah lambang tertulis dengan huruf latin sebuah semboyan dalam bahasa Jawa-Kuno, yang berbunyi : BHINNEKA TUNGGAL IKA.”

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tertulis dalam sebuah pita berwarna putih, digenggam erat oleh kedua cakar lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila.

Selanjutnya, pengakuan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara Indonesia juga diperkuat dalam hasil amandemen kedua UUD 1945, yakni pasal 36A yang berbunyi “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.”

Melalui pengakuan dan penguatan tentang Bhinneka Tunggal Ika melalui peraturan perundang-undangan tersebut, akhirnya bangsa Indonesia yang hidup pada saat ini dapat mengenal tentang semboyan dimaksud meskipun Bhinneka Tunggal Ika ini berasal dari lintas zaman (zaman majapahit hingga saat ini).

Prinsip Bhinneka Tunggal Ika

Secara garis besar, prinsip dari Bhinneka Tunggal Ika yaitu 
1. Common Denominator
Secara bebas, common denominator dapat diartikan sebagai suatu sifat yang sama dalam suatu kelompok. Apabila dikaitkan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, maka common denominator ini memiliki arti bahwa Bhinneka Tunggal Ika hadir sebagai suatu jembatan penghubung yang menyamakan tujuan bangsa Indonesia agar tetap dalam satu kesatuan walaupun memiliki banyak perbedaan, baik dalam suku, budaya, bahasa, maupun agama.

2. Tidak Bersifat Sektarian dan Eksklusif
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, sektarian memiliki arti orang yang sangat fanatik kepada suatu doktrin dan menolak paham yang berbeda dengannya, sedangkan Eksklusif memiliki arti terpisah dari yang lain.

Berdasarkan dua pengertian tersebut, maka prinsip ini memiliki arti bahwa Bhinneka Tunggal Ika dapat membentengi bangsa Indonesia agar tidak fanatik kepada suatu doktrin tertentu dan menolak paham yang berbeda dengannya, serta tidak bersifat ingin berkelompok sendiri terpisah-pisah dari kelompok lainnya.

3. Tidak Bersifat Formalistis
Prinsip ini memiliki arti bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya sekedar semboyan yang jadi pajangan semata, tetapi Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna yang mendalam dalam mempersatukan perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama bagi bangsa Indonesia.

4. Bersifat Konvergen
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, konvergen memiliki arti bersifat menuju satu titik pertemuan. Berdasarkan pengertian tersebut, maka prinsip ini memiliki arti bahwa Bhinneka Tunggal Ika dapat menyatukan perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia menuju satu titik pertemuan yang sama, yaitu menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Demikian rangkuman materi tentang Bhinneka Tunggal Ika, semoga dapat menambah wawasan dan kesiapan dalam menghadapi tes CPNS terutama tes CPNS tahun ini yang banyak terdapat tipe soal HOTS. Bila terdapat kekeliruan dalam artikel yang kami buat, pertanyaan, saran dan kritik, mohon untuk disampaikan pada kolom komentar, terima kasih.
Daftar Isi - Informasi dan Latihan Soal Lengkap Tes CPNS Terbaru
Daftar Isi - Informasi dan Latihan Soal Lengkap Tes P3K Terbaru
  Channel Telegram Seleksi P3K dan CPNS Terbaru

2 komentar: