90 Hari N5 Part 2: Kata Tunjuk & Kata Kerja Bahasa Jepang

Selamat datang di Minggu Ke-2 perjalanan belajar bahasa Jepang N5! Setelah belajar bahasa Jepang N5 di minggu pertama, pada artikel kali ini kita akan memperdalam kemampuan komunikasi praktis.

Mulai dari Hari ke-8 hingga ke-14, fokus utama kita adalah menguasai sistem kata tunjuk, baik untuk benda, tempat, hingga arah, lengkap dengan bentuk formalnya agar kita bisa berinteraksi secara baik dengan orang Jepang.

Belajar Kata Tunjuk dan Kata Kerja Bahasa Jepang
Gambar: Hiragana Ko-So-A-Do

Tidak hanya itu, cakupan materi akan meluas pada penguasaan kosakata transportasi dan anggota keluarga. Puncaknya, kita akan membedah fondasi paling krusial dalam tata bahasa Jepang, yaitu pembagian serta perubahan Kata Kerja Kelompok 1, 2, dan 3.

Mari persiapkan diri untuk melangkah ke level berikutnya!

Hari Ke-8: Kata Tunjuk Benda

Setelah menguasai huruf dan angka, hari ini kita akan belajar bagaimana menunjuk suatu benda dalam bahasa Jepang. Kata tunjuk sangat penting dalam percakapan sehari-hari.

1. Kore, Sore, Are, Dore
A. これ (kore)
これ (kore) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan benda yang dekat dengan pembicara. Dalam bahasa Indonesia, Kore = ini. Contoh: Ini adalah buku (kore wa hon desu).
Bedah Struktur Kalimat:
  • これ (kore): Ini (dekat dengan pembicara).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • ほん (hon): Buku.
  • です (desu): Penutup kalimat formal (huruf "u" samar/tidak dibaca).

B. それ (sore) 
それ (sore) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan benda yang dekat dengan lawan bicara. Dalam bahasa Indonesia, sore = itu. Contoh: Itu adalah mobil (sore wa kuruma desu).
Bedah Struktur Kalimat:
  • それ (sore): Itu (dekat lawan bicara).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • くるま (kuruma): Mobil.
  • です (desu): Penutup kalimat formal (huruf "u" samar/tidak dibaca).

C. あれ (are)
あれ (are) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan benda yang jauh dari pembicara maupun lawan bicara. Dalam bahasa Indonesia, are = itu (jauh dari keduanya). Contoh: Itu adalah langit (are wa sora desu).
Bedah Struktur Kalimat:
  • あれ (are): Itu (jauh dari keduanya).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • そら (sora): Langit.
  • です (desu): Penutup kalimat formal (huruf "u" samar/tidak dibaca).

D. どれ (dore)
Jika これ (kore), それ (sore), dan あれ (are) digunakan untuk menunjuk benda, maka どれ (dore) adalah kata yang kita gunakan untuk menanyakan benda yang ditunjuk tersebut.

Gunakan Dore saat kita dihadapkan pada 3 pilihan atau lebih dan ingin bertanya, "Yang mana?".
Contoh: Buku kamu yang mana? (あなた の ほん は どれ です か / anata no hon wa dore desu ka).
Bedah Struktur Kalimat:
  • あなた (anata): Kamu.
  • の (no): Partikel yang berfungsi untuk menghubungkan kepemilikan.
  • ほん (hon): Buku.
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • どれ (dore): Yang mana? (kata tanya).
  • です か (desu ka): Penutup kalimat tanya (Partikel Ka berfungsi sebagai pengganti tanda tanya).
Kata Arti Posisi Benda
これ Kore Ini Dekat Pembicara
それ Sore Itu Dekat Lawan Bicara
あれ Are Itu (Jauh) Jauh dari Keduanya
どれ Dore Yang Mana? Kata Tanya untuk menanyakan benda yang ditunjuk lebih dari tiga.
Catatan:
Jika benda yang dipilih hanya ada dua, orang Jepang menggunakan どちら (Dochira).

Contoh:
これ と それ、 どちら が すき です か
(Kore to sore, dochira ga suki desu ka?)
Arti: Antara ini dan itu, manakah yang kamu suka?

Bedah Struktur Kalimat:
  • これ (kore): Ini (Benda dekat pembicara).
  • と (to): dan / antara (Partikel penghubung dua benda).
  • それ (sore): Itu (Benda dekat lawan bicara).
  • どちら (dochira): Yang mana? (khusus untuk 2 pilihan).
  • が (ga): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah pilihan atau jawaban penegasan dari suatu topik yang sedang dibicarakan. Pada contoh kalimat ini, dengan menggunakan partikel ga, yang mana? berubah menjadi yang manakah?
  • すき (suki): suka.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.
  • か (ka): Partikel pengganti tanda tanya.

2.Kono, Sono, Ano, Dono

Meskipun sama-sama kata penunjuk, kono, sono, ano, dan dono  memiliki perbedaan dalam penggunaan dan rumus kalimatnya.

Perbedaan Penggunaan:
  • Kore, sore, are, dore adalah kata tunjuk yang berfungsi sebagai kata benda yang bersifat mandiri, sehingga tidak boleh langsung disandingkan dengan kata benda lainnya. Oleh sebab itu, setelah kata tunjuk ini wajib langsung menggunakan partikel.
  • Kono, sono, ano, dono adalah kata tunjuk yang digunakan sebagai pengiring kata benda, sehingga lawan bicara tahu secara spesifik benda mana yang sedang dibicarakan.  

Perbedaan Rumus:
  • Kore, sore, are, dore: Tidak boleh langsung diikuti kata benda
  • Kono, sono, ano, dono: Wajib diikuti langsung oleh kata benda.

A. この (kono)
この (kono) adalah kata tunjuk yang wajib diikuti kata benda untuk menunjukkan benda yang dekat dengan pembicara. Misalnya, この ほん は わたし の です (Kono hon wa watashi no desu) = Buku ini adalah milik saya.
Bedah Struktur Kalimat:
  • この (kono): ...ini (Harus menempel pada kata benda).
  • ほん (hon): Buku.
  • は (wa): Partikel yang menunjukkan bahwa "Buku ini" adalah inti pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • わたし (watashi): Saya.
  • の (no): Partikel yang berfungsi untuk menghubungkan kepemilikan.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

B. その (sono)
その (sono) adalah kata tunjuk yang wajib diikuti kata benda untuk menunjukkan benda yang dekat dengan lawan bicara. Misalnya, その くるま は わたし の です (Sono kuruma wa watashi no desu) = Mobil itu adalah milik saya.
Bedah Struktur Kalimat:
  • その (sono): ...itu (dekat lawan bicara).
  • くるま (kuruma): Mobil.
  • は (wa): Partikel yang menunjukkan bawa "mobil itu" adalah inti pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • わたし (watashi): Saya.
  • の (no): Partikel yang berfungsi untuk menghubungkan kepemilikan.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

C. あの (ano)
あの (ano) adalah kata tunjuk yang wajib diikuti kata benda untuk menunjukkan benda yang jauh dari keduanya. Misalnya, あの やま は たかい です (Ano yama wa takai desu) = Gunung itu tinggi.
Bedah Struktur Kalimat:
  • あの (ano): ...itu (jauh dari keduanya).
  • やま (yama): Gunung.
  • は (wa): Partikel yang menunjukkan bahwa "gunung itu" adalah inti pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • たかい (takai): Tinggi.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

D. どの (dono)

Jika kono, sono, ano digunakan untuk menspesifikkan benda mana yang sedang dibicarakan, maka どの (Dono) adalah kata tanya "Yang mana?" yang wajib diikuti kata benda.

Gunakan dono saat kita dihadapkan pada 3 pilihan atau lebih dan ingin bertanya, "... yang mana?". Jika benda yang dipilih hanya ada dua, orang Jepang menggunakan どちら (Dochira).
Contoh: どの くる が あなた の です か (Dono kuruma ga anata no desu ka?) = Mobil yang mana yang merupakan milik Anda?
Bedah Struktur Kalimat:
  • どの (dono): Yang mana? (Kata tanya atributif).
  • くるま (kuruma): Mobil (Kata benda yang wajib menempel).
  • が (ga): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah pilihan atau jawaban penegasan dari suatu topik yang sedang dibicarakan. Pada contoh kalimat ini, dengan menggunakan partikel ga, yang mana? berubah menjadi yang manakah?
  • あなた (anata): Anda.
  • の (no): Milik.
  • です (desu): Penutup formal.
  • か (ka): Partikel pengganti tanda tanya.
Kata Arti Penggunaan
このKono ... ini + Kata Benda (Dekat Pembicara)
そのSono ... itu + Kata Benda (Dekat Lawan Bicara)
あのAno ... itu (jauh) + Kata Benda (Jauh dari Keduanya)
どのDono ... yang mana? + Kata Benda (Kata Tanya untuk 3 pilihan atau lebih)

Hari Ke-9: Kata Tunjuk Tempat, Arah dan Bentuk Sopan

Setelah mempelajari ko-so-a-do dengan akhiran -re (kore, sore, are, dore) dan akhiran -no (kono, sono, ano, dono) yang berfungsi untuk kata tunjuk benda. Sekarang, kita akan mempelajari ko-so-a-do dengan akhiran -ko yang berfungsi untuk menunjukan tempat atau lokasi.

1. Koko, Soko, Asoko dan Doko

A. ここ (koko)
ここ (koko) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan tempat yang dekat dengan pembicara. Dalam bahasa Indonesia, koko = disini. 
Contoh: ここ は きょうしつ です (koko wa kyoushitsu desu) = Di sini adalah ruangan kelas .
Bedah Struktur Kalimat:
  • ここ (koko): Di sini (dekat pembicara).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • きょうしつ (kyoushitsu): Ruang kelas.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

B. そこ (soko)
そこ (soko) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan tempat yang berada di dekat lawan bicara. Dalam bahasa Indonesia, Soko = Di situ
Contoh: そこ は トイレ です  (soko wa toire desu) = Di situ adalah toilet.
Bedah Struktur Kalimat:
  • そこ (soko): Di situ (dekat lawan bicara).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • トイレ (toire): Toilet (Kata ini menggunakan huruf Katakana karena merupakan kata serapan dari bahasa asing).
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

C. あそこ (asoko)
あそこ (asoko) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan tempat yang jauh dari pembicara maupun lawan bicara. Berbeda dengan pola sebelumnya, bentuk "jauh" untuk tempat bukan Ako, melainkan AsokoDalam bahasa Indonesia, Asoko = Di sana
Contoh: あそこ は かいぎしつ です (asoko wa kaigishitsu desu) = Di sana adalah ruangan rapat.
Bedah Struktur Kalimat:
  • あそこ (asoko): Di sana (jauh dari keduanya).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • かいぎしつ (kaigishitsu): Ruangan rapat.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

D. どこ (doko)
どこ (doko) adalah kata tanya yang digunakan untuk menanyakan lokasi suatu tempat. Dalam bahasa Indonesia, Doko = Di mana
Contoh: トイレ は どこ です か (toire wa doko desu ka) = Toilet ada di mana? .
Bedah Struktur Kalimat:
  • トイレ (toire): Toilet.
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • どこ (doko): Di mana (kata tanya).
  • です (desu): Penutup kalimat formal.
  • か (ka): Partikel yang berfungsi sebagai pengganti tanda tanya.
Kata Arti Posisi Tempat
ここKoko Di sini Dekat Pembicara
そこSoko Di situ Dekat Lawan Bicara
あそこAsoko Di sana Jauh dari Keduanya
どこDoko Di mana? Kata tanya untuk menanyakan tempat.
2. Kochira, Sochira, Achira, Dochira
Selanjutnya, kita akan belajar tentang ko-so-a-do dengan akhiran -chira yang berfungsi untuk: 
  • Menunjukkan arah (sebelah sini, sebelah situ, sebelah sana, di sebelah mana).
  • Bentuk sopan untuk menunjuk tempat (menggantikan koko, soko, asoko).
  • Kata tunjuk untuk manusia/orang (jangan menggunakan ko-so-a-do berakhiran -re untuk kata tunjuk manusia/orang karena secara etika budaya orang Jepang tidak sopan).

A. こちら (kochira)
こちら (kochira) adalah kata tunjuk untuk arah di dekat pembicara, bentuk sopan dari tempat (koko), atau untuk memperkenalkan orang. Dalam bahasa Indonesia, kochira = sebelah sini / ini (sopan).

Contoh:
  • こちら へ どうぞ (kochira e douzo) = Silakan ke sebelah sini.
  • こちら は たなかさん です (kochira wa Tanaka-san desu) = Ini adalah Tuan Tanaka.
Bedah Struktur Kalimat:
  • こちら (kochira): Sebelah sini / Ini (sopan).
  • へ (e): Partikel penanda arah tujuan.
  • どうぞ (douzo): Silahkan.
  • たなかさん (Tanaka-san): Tuan/Nyonya Tanaka.

B. そちら (sochira)
そちら (sochira) adalah kata tunjuk untuk arah di dekat lawan bicara atau bentuk sopan dari tempat (soko). Dalam bahasa Indonesia, sochira = sebelah situ.

Contoh:
  • そちら は でぐち です (sochira wa deguchi desu) = Sebelah situ adalah pintu keluar.
  • そちら は どなた です か (sochira wa donata desu ka) = Orang yang di sebelah situ siapa? 
Bedah Struktur Kalimat:
  • でぐち (deguchi): Pintu keluar.
  • どなた (donata): Siapa (bentuk sopan dari dare).
  • か (ka): Partikel pengganti kata tanya.

C. あちら (achira)
あちら (achira) adalah kata tunjuk untuk arah yang jauh dari pembicara maupun lawan bicara atau bentuk sopan dari tempat (asoko). Dalam bahasa Indonesia, achira = sebelah sana.

Contoh: 
  • あちら は きっさてん です (achira wa kissaten desu) = Sebelah sana adalah kafe/kedai kopi. 
  • あちら は わたし の だいがく です (achira wa watashi no daigaku desu) = Di sana adalah universitas saya.
Bedah Struktur Kalimat:
  • きっさてん (kissaten): Kafe/Kedai kopi.
  • わたし(watashi): Saya.
  • だいがく (daigaku): Universitas.
  • の (no): Partikel kepemilikan.

D. どちら (dochira)
どちら (dochira) memiliki dua fungsi:
  • Kata tanya untuk pilihan yang berjumlah dua.
  • kata tanya sopan untuk menanyakan arah atau lokasi tempat. Dalam bahasa Indonesia, dochira = di sebelah mana / yang mana?
Contoh:
エレベーター は どちら です か (erebeetaa wa dochira desu ka) = Lift ada di sebelah mana? 
かいぎしつ は どちら です か (Kaigishitsu wa dochira desu ka) = Ruangan rapatnya di sebelah mana?
Bedah Struktur Kalimat:
  • エレベーター (erebeetaa): Lift (Katakana).
  • かいぎしつ (kaigishitsu): Ruangan rapat.
  • どちら (dochira): Di sebelah mana / Mana? (sopan).
Kata (Romaji) Arti Fungsi & Penggunaan
こちら (Kochira) Sebelah sini / Ini Menunjuk arah dekat pembicara atau memperkenalkan orang secara sopan.
そちら (Sochira) Sebelah situ / Itu Menunjuk arah dekat lawan bicara atau merujuk orang di sisi lawan bicara.
あちら (Achira) Sebelah sana / Itu Menunjuk arah yang jauh dari keduanya atau tempat/orang di kejauhan.
どちら (Dochira) Di Sebelah Mana / Yang Mana Kata tanya sopan untuk lokasi, arah, atau pilihan antara 2 hal.

Hari Ke-10: Kosakata Transportasi

Apabila kita tinggal di Jepang, kita akan sering menggunakan alat transportasi untuk bepergian. Oleh sebab itu, hari ini kita akan belajar kosakata yang berhubungan dengan transportasi.

1. Alat-alat Transportasi

  • でんしゃ (Densha): Kereta Listrik.
  • ちかてつ (Chikatetsu): Kereta Bawah Tanah.
  • しんかんせん (Shinkansen): Kereta Cepat.
  • くるま (Kuruma): Mobil.
  • バス (Basu): Bus.
  • タクシー (Takushii): Taksi
  • バイク (Baiku): Sepeda Motor
  • じてんしゃ (Jitensha): Sepeda
  • ふね (Fune): Kapal Laut
  • ボート (Booto): Perahu/Boat
  • フェリー (Ferii): Kapal Feri
  • ひこうき (Hikouki): Pesawat Terbang
  • ヘリコプター (Herikoputaa): Helikopter

2. Tempat Transportasi

  • えき (Eki): Stasiun (Kereta).
  • バスてい (Basutei): Halte Bus.
  • ちゅうしゃじょう (Chuushajou): Tempat Parkir (Mobil/Motor).
  • みなと (Minato): Pelabuhan.
  • くうこう (Kuukou): Bandara.

3. Navigasi Transportasi

  • のる (Noru): Naik (kendaraan).
  • おりる (Oriru): Turun (kendaraan).
  • とまる (Tomaru): Berhenti.
  • みぎ に まがる (Migi ni magaru): Belok kanan.
  • ひだり に まがる (Hidari ni magaru): Belok kiri.
  • まっすぐ (Massugu): Lurus.
  • みち (Michi): Jalan (infrastruktur jalan, bukan menyuruh kendaraan untuk jalan).
  • みち を わたる (Michi wo wataru): Menyeberang jalan.


Hari Ke-11: Kosakata Anggota Keluarga

Dalam bahasa Jepang, penyebutan anggota keluarga terbagi menjadi dua, yaitu untuk anggota keluarga sendiri (menggunakan kosakata yang rendah hati) dan untuk anggota keluarga orang lain (menggunakan kosakata yang sopan).

1. Ayah, Ibu, Kakek dan Nenek

Hubungan Keluarga Sendiri Keluarga Orang Lain
Ayah ちちChichi おとうさんOtousan
Ibu ははHaha おかあさんOkaasan
Kakek そふSofu おじいさんOjiisan
Nenek そぼSobo おばあさんObaasan
Catatan:
  • Gunakan Chichi, Haha, Sofu dan Sobo, saat kita menceritakan keluarga sendiri kepada orang lain agar terdengar rendah hati.
  • Namun, gunakan Otousan, Okaasan, Ojiisan, dan Obaasan, saat  ketika kita secara langsung sedang memanggil ayah, ibu, kakek dan nenek sendiri atau sedang berbicara dengan sesama anggota keluarga agar terdengar sopan.
  • Untuk penyebutan ayah, ibu, kakek dan nenek orang lain wajib menggunakan Otousan, Okaasan, Ojiisan, dan Obaasan.

2. Saudara Kandung
Hubungan Keluarga Sendiri Keluarga Orang Lain
Kakak Laki-laki あにAni おにいさんOniisan
Kakak Perempuan あねAne おねえさんOneesan
Adik Laki-laki おとうとOtouto おとうとさんOtouto-san
Adik Perempuan いもうとImouto いもうとさんImouto-san
Catatan:
  • Gunakan Ani, Ane, Otouto dan Imouto, saat kita menceritakan keluarga sendiri kepada orang lain agar terdengar rendah hati.
  • Namun, gunakan Oniisan, Oneesan, saat  ketika kita secara langsung sedang memanggil kakak sendiri atau sedang berbicara dengan sesama anggota keluarga agar terdengar sopan.
  • Untuk memanggil adik sendiri, seorang Ayah, Ibu, Kakek, Nenek dan kakak biasanya memanggil dengan Nama Asli mereka ditambah akhiran -chan (adik perempuan), atau akhiran -kun (adik laki-laki).
  • Terkadang, untuk adik laki-laki yang masih bayi, balita juga menggunakan akhiran -chan pada nama mereka agar terdengar lebih imut.
  • Untuk penyebutan kakak dan adik orang lain wajib menggunakan Oniisan, Oneesan, Otouto-san, dan Imouto-san.

3. Pasangan dan Anak

Hubungan Keluarga Sendiri Keluarga Orang Lain
Suami おっと / しゅじんOtto / Shujin ごしゅじんGoshujin
Istri つま / かないTsuma / Kanai おくさんOkusan
Anak こ / こどもKo / Kodomo おこさんOkosan
Catatan:
A. Suami (おっと / しゅじん vs ごしゅじん)
  • おっと (Otto): Digunakan saat menceritakan suami sendiri kepada orang lain dalam situasi formal/netral.
  • しゅじん (Shujin): Secara harfiah berarti "tuan/kepala keluarga". Masih sering digunakan untuk menceritakan suami sendiri, namun beberapa kalangan modern mulai menghindarinya karena dianggap kurang setara. Panggilan Shujin seolah-olah Suami adalah atasan sedangkan istri adalah bawahan (kesetaraan gender).
  • ごしゅじん (Goshujin): Hanya untuk menyebut suami orang lain.

2. Istri (つま / かない vs おくさん)
  • つま (Tsuma): Istilah netral untuk istri sendiri.
  • かない (Kanai): Digunakan saat menceritakan istri sendiri kepada orang lain (nuansanya lebih rendah hati/tradisional).
  • おくさん (Okusan): Hanya untuk istri orang lain.

3. Anak (こども vs おこさん)
  • こども (Kodomo): Digunakan untuk menyebut anak sendiri.
  • おこさん (Okosan): Digunakan untuk anak orang lain.
  • Kita mungkin mendengar istilah こども (Kodomo) di berita televisi saat mereka membahas anak-anak secara umum sebagai kelompok masyarakat. Namun, dalam percakapan pribadi, kita wajib menggunakan おこさん (Okosan) untuk menyebut anak orang yang kita ajak bicara agar tetap sopan.

4. Paman dan Bibi

Hubungan Keluarga Sendiri Keluarga Orang Lain
Paman おじOji おじさんOjisan
Bibi おばOba おばさんObasan
Catatan:
  • Gunakan おじ (Oji) dan おば (Oba) saat menceritakan paman atau bibi sendiri kepada orang lain agar terdengar rendah hati.
  • Sama seperti memanggil Kakak (Oniisan), kita menggunakan おじさん (Ojisan) atau おばさん (Obasan) untuk memanggil paman/bibi sendiri secara sopan di dalam rumah.
  • Di Jepang, kata おじさん (Ojisan) dan おばさん (Obasan) juga digunakan sebagai panggilan umum untuk pria atau wanita dewasa yang tidak dikenal di jalan (setara dengan "Paman/Om" atau "Bibi/Tante" dalam bahasa Indonesia).
  • Hati-hati menggunakannya pada wanita yang sensitif terhadap umur, karena bisa dianggap kurang sopan jika mereka merasa masih muda, gunakan saja おねえさん(Oneesan).
  • Perlu diperhatikan juga, jangan panjangkan penyebutan Ojisan dan Obasan menjadi Ojiisan dan Obaasan agar tidak tertukar dengan Kakek dan Nenek.

Hari Ke-12: Kata Kerja Kelompok 3

Hari Ke-12: Kata Kerja Kelompok 3
Dalam bahasa Jepang, kata kerja dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kata kerja kelompok 1, kata kerja kelompok 2 dan kata kerja kelompok 3. Untuk memudahkan pemahaman, mari kita belajar dulu dari kata kerja kelompok 3.

Kata kerja kelompok 3 hanya terdiri dari dua kata dasar saja, yaitu:
Bentuk Kamus Bentuk Sopan (~Masu) Arti
くる kuru きます kimasu Datang
する suru します shimasu Melakukan
Catatan:
  • Bentuk kamus atau disebut juga kata dasar adalah kata yang dapat dicari dalam kamus bahasa Jepang.
  • Bentuk sopan adalah bentuk kata dasar yang telah mengalami perubahan, biasanya ditambah akhiran ~masu yang bertujuan untuk menghormati lawan bicara.
  • Meskipun kata dasarnya ada dua, kata suru/shimasu  dapat dikombinasikan dengan kata benda. Hal ini membuat jumlah kata kerja kelompok 3 menjadi sangat banyak, namun mudah dipahami.
  • Artinya, ketika kata benda dikombinasikan dengan suru/shimasu, maka kata benda berubah menjadi kata kerja.

Contoh:
Kata Benda Bentuk Kamus Bentuk Sopan Kata Kerja
べんきょうpelajaran べんきょうするbenkyou-suru べんきょうしますbenkyou-shimasu belajar
かいものbelanjaan かいものするkaimono-suru かいものしますkaimono-shimasu berbelanja
さんぽjalan-jalan さんぽするsanpo-suru さんぽしますsanpo-shimasu berjalan-jalan
けっこんpernikahan けっこんするkekkon-suru けっこんしますkekkon-shimasu menikah
Tips Cepat Mengetahui Kata Kerja Kelompok 3:
  • Kata kerja kelompok 3 hanya memiliki dua kata dasar, yaitu kuru dan suru (bentuk kamus). Bentuk kamus tersebut dapat diubah menjadi kimasu dan shimasu agar bentuknya sopan.
  • Kata suru/shimasu dapat dikombinasikan dengan kata benda, sehingga kata benda berubah menjadi kata kerja. Hal ini membuat jumlah kata kerja kelompok 3 menjadi sangat banyak, namun mudah dipahami.

Hari Ke-13: Kata Kerja Kelompok 2

Kata kerja kelompok 2 adalah kata kerja yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
  • Kata dasarnya atau bentuk kamusnya berakhiran ~ru (る)
  • Tepat satu suku kata sebelum akhiran ~ru (る) harus ada bunyi vokal i atau e.

Untuk mengubah bentuk kamus menjadi bentuk sopan, rumusnya sangat mudah, yaitu dengan cara menghapus akhiran ~ru dan menambahkan akhiran ~masu (ます).
Contoh:
Bentuk Kamus Bentuk Sopan (~Masu) Arti
たべるtabe-ru たべますtabe-masu Makan
ねるne-ru ねますne-masu Tidur
みるmi-ru みますmi-masu Melihat
おきるoki-ru おきますoki-masu Bangun
おしえるoshie-ru おしえますoshie-masu Mengajar
Catatan:
  • Perhatikan dalam tabel tersebut, semua kata dasar berakhiran ~ru (る) dan tepat satu suku kata sebelumnya memiliki bunyi vokal i atau e. Inilah ciri utama Kelompok 2.
  • Untuk mengubah ke bentuk sopan, akhiran ~ru (る) dihapus dan langsung ditambah dengan ~masu (ます). Rumus ini hanya berlaku untuk kata kerja kelompok 2 saja.
  • Uniknya terdapat kata dasar pengecualian yang berakhiran ~ru (る) dan tepat satu suku kata sebelumnya memiliki bunyi vokal i atau e, namun tidak masuk ke dalam kata kerja kelompok 2.
  • Kata dasar pengecualian ini masuk ke dalam kata kerja kelompok 1 yang nanti kita akan bahas selanjutnya.

Secara teknis, terdapat lebih dari 100 kata kerja pengecualian dalam bahasa Jepang. Namun, untuk penggunaan sehari-hari hingga tingkat menengah, hanya ada sekitar 30 sampai 40 kata saja yang sering muncul.

Untuk mempermudah pemahaman, cukup hapalkan 10 kata dasar pengecualian berikut ini, agar kita tidak menganggap kata berikut masuk ke dalam kata kerja kelompok 2:
  • かえる (Kaeru) = Pulang
  • はしる (Hashiru) = Berlari
  • しる (Shiru) = Mengetahui
  • はいる (Hairu) = Masuk
  • きる (Kiru) = Memotong
  • しゃべる (Shaberu) = Mengobrol
  • いる (Iru) = Butuh
  • ける (Keru) = Menendang
  • すべる (Suberu) = Terpeleset
  • へる (Heru) = Berkurang

Hari Ke-14: Kata Kerja Kelompok 1

Setelah mempelajari Kelompok 3 dan 2, sekarang kita masuk ke dalam kata kerja kelompok 1. kata kerja ini memiliki kata dasar (bentuk kamus) yang bervariasi, yaitu: ~u, ~tsu, ~ru, ~mu, ~nu, ~bu, ~ku, ~gu, ~su.

Untuk mempermudah hapalan, kita bisa bagi 9 akhiran tersebut menjadi 3 kata, yaitu:
  • utsuru (う・つ・る)
  • munubu (む・ぬ・ぶ)
  • kugusu (く・ぐ・す)
Bila kita perhatikan, akhiran ~ru muncul lagi di kata kerja kelompok 1. Untuk  kata kerja kelompok 1 yang berakhiran ~ru memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  • Tepat satu suku kata sebelum akhiran ~ru (る) pada bentuk kamus (kata dasar) harus ada bunyi vokal a, u dan o (bukan i, e).
  • 10 kata dasar pengecualian yang kita pelajari di hari ke-13 dan terlihat mirip seperti kata kerja kelompok 2, padahal masuk ke kata kerja kelompok 1.
  • Khusus kata dasar yang berakhiran ~nu (ぬ) dalam bahasa Jepang hanya ada satu, yaitu Shinu (しぬ).

Untuk mengubah bentuk kamus menjadi bentuk hormat dalam kata kerja kelompok 1, caranya yaitu sebagai berikut:
  • Pertama, ubah vokal "u" pada akhir kata dasar (bentuk kamus) menjadi vokal "i", sehingga yang awalnya  ~u, ~tsu, ~ru, ~mu, ~nu, ~bu, ~ku, ~gu, ~su menjadi ~i, ~chi, ~ri, ~mi, ~ni, ~bi, ~ki, ~gi, ~shi.
  • Kedua, tambahkan ~masu diposisi paling akhir.
  • Untuk memudahkan pemahaman, bila kita lihat tabel hiragana, geser dari kolom yang berakhiran vokal "u" menjadi akhiran vokal "i" pada baris yang sama.

Perhatikan contoh berikut ini:
Akhiran Bentuk Kamus Arti Bentuk ~Masu
~u (う) かう (Kau) Membeli kaimasu
~tsu (つ) まつ (Matsu) Menunggu machimasu
~ru (る) わかる (Wakaru) Mengerti wakarimasu
~mu (む) のむ (Nomu) Minum nomimasu
~nu (ぬ) しぬ (Shinu) Mati shinimasu
~bu (ぶ) あそぶ (Asobu) Bermain asobimasu
~ku (く) かく (Kaku) Menulis kakimasu
~gu (ぐ) およぐ (Oyogu) Berenang oyogimasu
~su (す) はなす (Hanasu) Berbicara hanashimasu

Demikian pembelajaran hari ke-8 sampai dengan hari ke-14 dari 90 hari belajar bahasa Jepang N5 berdasarkan pengalaman saya mengikuti Pelatihan Bahasa Jepang yang dilaksanakan oleh Disnakertrans Jabar.

Sampai jumpa di materi minggu ketiga!

Baca selengkapnya »

90 Hari Belajar Bahasa Jepang N5 Untuk Pekerja Sibuk (Part 1)

Program 90 Hari Belajar Bahasa Jepang N5 ini dirancang khusus bagi Anda yang memiliki jadwal kerja padat namun ingin menguasai dasar bahasa Jepang secara efektif. 


Dalam Part 1 ini (Hari ke-1 sampai ke-7), kita akan fokus membangun fondasi terpenting, yaitu penguasaan huruf Hiragana, Katakana, serta sistem penanggalan Jepang yang unik. 


Huruf Hiragana
Gambar: Huruf Hiragana


Materi ini disusun berdasarkan pengalaman saya mengikuti Pelatihan Bahasa Jepang dari Disnakertrans Jabar, sehingga poin-poin yang diajarkan sangat praktis dan relevan untuk pekerja sibuk yang sedang persiapan ujian N5 atau mencari side hustle.

Hari Ke-1: Membangun Fondasi Dasar

Di hari pertama pelatihan ini, Anda akan diberikan gambaran mengenai apa saja yang harus dikuasai untuk mencapai level N5. Secara garis besar, terdapat beberapa fokus utama pembelajaran ke depan:

  1. Hiragana (untuk penulisan kata asli dari bahasa Jepang, elemen tata bahasa dan cara membaca huruf Kanji).
  2. Katakana (untuk penulisan kata serapan dari bahasa asing).
  3. Kosakata (Kotoba).
  4. Pola Kalimat (Bunpou).
  5. Kanji.

Belajar bahasa Jepang tidak lengkap tanpa memahami budayanya. Salah satu yang paling penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja adalah prinsip 5S. Mari kita bedah satu per satu agar bisa kita praktikkan bersama:
  1. Seiri (Ringkas): Memisahkan barang yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan, serta membuang barang yang tidak lagi digunakan.
  2. Seiton (Rapi): Menyimpan barang yang diperlukan di tempat yang tepat agar mudah ditemukan.
  3. Seiso (Resik): Membersihkan tempat kerja dan peralatan secara rutin.
  4. Seiketsu (Rawat): Menjaga standar kebersihan dan kerapian yang telah dicapai secara konsisten.
  5. Shitsuke (Rajin): Membiasakan diri untuk disiplin menjalankan standar kerja yang berlaku.

Hari Ke-2: Belajar Hiragana

Tahap awal dalam belajar bahasa Jepang, yaitu mengenal huruf Hiragana. Huruf ini adalah fondasi utama yang berfungsi untuk: 
  1. Penulisan kata asli dari bahasa Jepang (bukan kata serapan dari bahasa asing).
  2. Elemen tata bahasa yang diantaranya, untuk menulis partikel (penanda fungsi kata) dan perubahan kata kerja serta kata sifat.
  3. Membantu cara membaca huruf Kanji.

Terdapat 46 huruf Hiragana dasar yang wajib dihafal untuk dapat membaca tulisan dalam bahasa Jepang. Mari kita lihat tabel di bawah ini untuk mulai mengenal huruf-hurufnya!

- A I U E O
Vokal a i u e o
K ka ki ku ke ko
S sa shi su se so
T ta chi tsu te to
N na ni nu ne no
H ha hi fu he ho
M ma mi mu me mo
Y ya - yu - yo
R ra ri ru re ro
W wa - - - wo/o
N n


Bila kita perhatikan, menghafal Hiragana sebenarnya cukup mudah karena memiliki pola yang teratur. Polanya terdiri dari huruf vokal (a, i, u, e, o) dan kombinasi konsonan yang diikuti vokal tersebut dengan urutan: k, s, t, n, h, m, y, r, w, serta satu huruf n yang berdiri sendiri.


Sebagai catatan, baris y dan w sedikit berbeda karena tidak memiliki pasangan vokal yang lengkap. Selain itu, ada keunikan pada beberapa bunyi yang menyimpang dari pola biasa, seperti bunyi shi, chi, tsu, dan fu. Perlu diingat juga, bahwa huruf wo pada umumnya diucapkan sama dengan vokal o. Mengenal pola dan keunikan ini sejak awal akan sangat mempercepat proses belajar kita!


Setelah mengenal 46 Hiragana dasar, kita akan mempelajari variasi bunyi yang disebut Dakuon dan Handakuon. Tenang, kita tidak perlu menghafal huruf baru! Kita hanya perlu menambahkan tanda kecil pada huruf dasar yang sudah ada:

  1. Dakuon: Menambahkan tanda petik dua (disebut dakuten) untuk mengubah bunyi konsonan menjadi lebih berat (contoh: ka menjadi ga). Dakuon adalah bunyinya, sedangkan Dakuten adalah tanda bacanya.
  2. Handakuon: Menambahkan lingkaran kecil seperti tanda derajat pada suhu (disebut handakuten). Handakuon ini berlaku untuk baris H saja, agar berubah menjadi bunyi p (contoh: ha menjadi pa). Handakuon adalah bunyinya, sedangkan Handakuten adalah tanda bacanya.    

Berikut ini adalah tabel variasi Hiragana untuk Dakuon:
Baris Dakuon Romaji
K → G が ぎ ぐ げ ご ga, gi, gu, ge, go
S → Z ざ じ ず ぜ ぞ za, ji, zu, ze, zo
T → D だ ぢ づ で ど da, ji, zu, de, do
H → B ば び ぶ べ ぼ ba, bi, bu, be, bo
 
Adapun untuk tabel variasi Hiragana untuk Handakuon:
Baris Handakuon Romaji
H → P ぱ ぴ ぷ ぺ ぽ pa, pi, pu, pe, po

Hari Ke-3: Belajar Katakana

Huruf Katakana digunakan untuk menulis kata serapan dari bahasa asing, diantaranya yaitu menulis nama-nama orang non-Jepang, nama negara di luar jepang hingga istilah-istilah yang bukan dari bahasa Jepang. Katakana juga memiliki 46 huruf dasar, yaitu sebagai berikut:


- A I U E O
Vokal a i u e o
K ka ki ku ke ko
S sa shi su se so
T ta chi tsu te to
N na ni nu ne no
H ha hi fu he ho
M ma mi mu me mo
Y ya - yu - yo
R ra ri ru re ro
W wa - - - wo
N n

Perhatikan bahwa bentuk Katakana jauh lebih geometris, kaku, dan tajam dibandingkan dengan Hiragana yang bentuknya cenderung luwes dan melengkung. Menganalisis perbedaan bentuk ini adalah cara termudah bagi kita untuk membedakan keduanya saat melihat sebuah teks Jepang secara utuh!

Sama halnya seperti Hiragana, dalam Katakana juga ada variasi bunyi Dakuon dan Handakuonnya. Berikut tabel Dakuon untuk Katakana:
Baris Dakuon Romaji
K → G ガ ギ グ ゲ ゴ ga, gi, gu, ge, go
S → Z ザ ジ ズ ゼ ゾ za, ji, zu, ze, zo
T → D ダ ヂ ヅ デ ド da, ji, zu, de, do
H → B バ ビ ブ ベ ボ ba, bi, bu, be, bo

Adapun untuk Handakuon Katakana, variasinya adalah sebagai berikut:
Baris Handakuon Romaji
H → P パ ピ プ ペ ポ pa, pi, pu, pe, po

Hari Ke-4: Aisatsu dan Ojigi

Dalam budaya Jepang, Aisatsu (salam sapaan) adalah fondasi penting dalam etika berkomunikasi. Aisatsu mencakup berbagai ungkapan mulai dari salam saat bertemu, berpisah, hingga ungkapan rasa syukur dalam kegiatan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa contoh Aisatsu yang paling sering digunakan:
Ohayou Gozaimasu
Selamat Pagi
Konnichiwa
Selamat Siang / Halo
Konbanwa
Selamat Malam
Arigatou Gozaimasu
Terima Kasih
Itadakimasu
Selamat Makan
Oyasuminasai
Selamat beristirahat / Selamat tidur

Dalam pengucapan Aisatsu, orang-orang Jepang biasa melakukannya sambil melakukan Ojigi (membungkuk). Terdapat tiga tingkatan dalam melakukan Ojigi berdasarkan situasi dan lawan bicaranya:
  1. Eshaku (membungkuk 15 derajat). Digunakan untuk salam santai kepada teman sebaya atau rekan kerja yang sudah akrab.
  2. Keirei (membungkuk 30 derajat). Ini adalah bentuk salam formal yang paling umum digunakan kepada atasan, orang yang baru dikenal, pelanggan.
  3. Saikeirei (membungkuk 45 derajat). Digunakan untuk menunjukkan rasa hormat yang sangat dalam, seperti saat meminta maaf secara formal atau bertemu dengan orang yang kedudukannya sangat tinggi. 

Perlu diperhatikan, dalam budaya Jepang posisi tangan saat membungkuk diatur sebagai berikut:
  1. Untuk Pria: Tangan diletakkan di samping paha, sejajar dengan garis jahitan celana. Pastikan telapak tangan terbuka dengan jari-jari rapat dan menempel di samping tubuh (jangan mengepal).
  2. Untuk Wanita: Posisi tangan kiri diletakkan di atas tangan kanan dengan jari-jari saling bertumpu secara anggun.

Hari Ke-5: Mengenal Angka

Meskipun dalam kehidupan sehari-hari orang Jepang sering menggunakan angka Arab (1, 2, 3) dan huruf Kanji, dalam tahap awal ini kita akan memfokuskan diri pada penulisan angka menggunakan Hiragana.

Alasannya sederhana, agar kita tahu cara mengucapkan angka tersebut dengan benar. Selain itu, menguasai Hiragana adalah kunci utama karena cara membaca huruf Kanji nantinya akan dituliskan menggunakan Hiragana.


Berikut ini adalah angka 1-10 dalam bahasa Jepang:

Angka Hiragana Romaji (Alfabet)
1 いち Ichi
2 Ni
3 さん San
4 よん / し Yon / Shi
5 Go
6 ろく Roku
7 なな / しち Nana / Shichi
8 はち Hachi
9 きゅう / く Kyuu / Ku
10 じゅう Juu
Catatan:
  • Romaji adalah sistem penulisan bahasa Jepang menggunakan huruf Alfabet yang kita gunakan sehari-hari, tujuannya agar kita lebih mudah melafalkan setiap kata bagi pemula.
  • Khusus untuk angka 4, 7, dan 9, terdapat lebih dari satu cara penyebutan. Dalam penghitungan dasar, orang Jepang umumnya menggunakan Yon (4), Nana (7), dan Kyuu (9) untuk mempermudah komunikasi dan menghindari kerancuan bunyi.
  • Jika diperhatikan secara seksama, pada penulisan Hiragana angka 9 (きゅう) dan 10 (じゅう), terdapat huruf yu kecil yang diikuti dengan huruf u. Ini menandakan adanya bunyi kombinasi (youon), sehingga huruf u dibaca agak panjang.

Untuk menyebut angka belasan (11-19) rumusnya adalah: 
Juu + [angka satuan]
Contoh:
  • Juu Ichi = 11 
  • Juu Ni = 12 
  • Juu San = 13 
  • Juu Yon = 14 
  • Juu Nana = 17 
  • Juu Kyuu = 19 

Untuk menyebut puluhan (20-99) rumusnya adalah:
[angka satuan puluhan] + Juu + [angka satuan]
Contoh:
  • Ni Juu = 20
  • Ni Juu Ichi = 21
  • Ni Juu Ni = 22
  • San Juu = 30
  • Yon Juu Roku = 46
  • Kyuu Juu Kyuu = 99

Angka 100 disebut Hyaku (ひゃく). Untuk menyebut ratusan (101-999) rumusnya adalah:
[angka satuan ratusan] + Hyaku + [rumus puluhan/rumus belasan/angka satuan]

Catatan:
  1. Khusus untuk angka 101-199, angka satuan ratusannya tidak perlu disebut (langsung gunakan Hyaku).
  2. Angka 300, 600 dan 800 memiliki keunikan dalam penyebutannya (akan dijelaskan lebih lanjut).

Contoh:
  • Hyaku Ichi = 101
  • Hyaku Ni = 102
  • Hyaku Juu = 110
  • Hyaku Juu Ichi = 111
  • Hyaku Ni Juu Ichi = 121
  • Hyaku Ni Juu Ni = 122
  • Ni Hyaku San Juu Ichi = 231
  • Ni Hyaku San Juu Ni = 232
  • Go Hyaku Yon Juu San = 543
  • Go Hyaku Yon Juu Yon = 544

Keunikan Perubahan Bunyi Angka 300, 600 dan 800:
  • 300 (San Byaku) - Bukan San Hyaku.
  • 600 (Roppyaku) - Bukan Roku Hyaku.
  • 800 (Happyaku) - Bukan Hachi Hyaku.

Contoh:
  • San Byaku Roku Juu Go = 365
  • San Byaku Roku Juu Roku = 366
  • Roppyaku Yon Juu Ni = 642
  • Roppyaku Yon Juu San = 643
  • Happyaku Kyuu Juu Ichi = 891
  • Happyaku Kyuu Juu Ni = 892
 
Angka 1.000 disebut せん (Sen). Untuk menyebut ribuan (1.001 - 9.999) rumusnya adalah: [angka satuan ribuan] + Sen + [rumus ratusan/puluhan/belasan/satuan].

Catatan: 
  1. Khusus untuk angka 1.001-1.999, angka satuan ribuannya tidak perlu disebut (langsung gunakan Sen).
  2. Angka 3.000 dan 8.000 memiliki keunikan dalam penyebutannya (akan dijelaskan lebih lanjut).

Contoh:
  • せん いち (Sen Ichi) = 1.001
  • せん に (Sen Ni) = 1.002
  • せん じゅう いち (Sen Juu Ichi) = 1.011
  • せん じゅう に (Sen Juu Ni) = 1.012
  • せん きゅう じゅう きゅう (Sen Kyuu Juu Kyuu) = 1.099
  • にせん じゅう ろく (Ni Sen Juu Roku) = 2.016
  • にせん じゅう なな (Ni Sen Juu Nana) = 2.017

Keunikan Perubahan Bunyi Angka 3.000 dan 8.000:
  • さんぜん (San Zen) = 3.000 (Bukan San Sen)
  • はっせん (Hassen) = 8.000 (Bukan Hachi Sen)

Contoh:
  • さんぜん ごひゃく (San Zen Go Hyaku) = 3.500
  • さんぜん ごひゃく いち (San Zen Go Hyaku Ichi) = 3.501
  • はっせん ろくじゅう に (Hassen Roku Juu Ni) = 8.062
  • はっせん ろくじゅう さん (Hassen Roku Juu San) = 8.063

Catatan:
Perhatikan penulisan Hiragana pada angka 8.000 (はっせん - Hassen). Di antara huruf Ha (は) dan Se (せ), terdapat huruf Tsu Kecil (っ) yang disebut Sokuon. Huruf ini tidak dibaca "tsu", melainkan berfungsi untuk menggandakan konsonan dari huruf setelahnya.
  • Karena huruf setelahnya adalah S (dari kata Sen), maka bunyi S tersebut menjadi ganda.
  • Dibaca Hassen (ada penekanan pada huruf S).

Hari Ke-6: Mengenal Jam dan Menit

Setelah memahami tentang cara penyebutan angka, tantangan kita selanjutnya adalah menerapkannya dalam keterangan waktu. Menyebutkan jam dalam bahasa Jepang sangatlah mudah, namun ada beberapa "aturan unik" yang wajib Anda perhatikan agar tidak salah ucap.

1. Rumus Dasar Menyebutkan Jam
Dalam bahasa Jepang, untuk menyebut jam (waktu) rumusnya adalah: [angka] + Ji
Contoh:
  • いちじ (Ichi Ji) = Jam 1.
  • にじ (Ni Ji) = Jam 2.
  • さんじ (San Ji) = Jam 3.
  • よじ (Yo Ji) = Jam 4 (Bukan よんじ / Yon Ji).
  • ごじ (Go Ji) = Jam 5.
  • ろくじ (Roku Ji) = Jam 6.
  • しちじ (Shichi Ji) = Jam 7 (Bukan ななじ / Nana Ji).
  • はちじ (Hachi Ji) = Jam 8.
  • くじ (Ku Ji) = Jam 9 (Bukan きゅうじ / Kyuu Ji).
  • じゅうじ (Juu Ji) = Jam 10.
  • じゅういちじ (Juu Ichi Ji) = Jam 11.
  • じゅうにじ (Juu Ni Ji) = Jam 12.

2.  Keunikan Jam 4, 7, dan 9
Dalam bahasa Jepang, angka 4, 7, dan 9 memiliki keunikan dalam pengucapannya, yaitu:
  • Jam 4: Menggunakan Yo, bukan Yon.
  • Jam 7: Menggunakan Shichi, bukan Nana.
  • Jam 9: Menggunakan Ku, bukan Kyuu.

3. Membedakan Pagi dan Malam
Bagaimana jika kita ingin menyebutkan jam 7 pagi atau jam 7 malam secara spesifik? Dalam bahasa Jepang, kita dapat menambahkan keterangan waktu sebelum penyebutan jam:
  • ごぜん (Gozen) untuk waktu tengah malam hingga sebelum tengah hari (Setara dengan AM dalam bahasa Inggris).
  • ごご (Gogo) untuk waktu tengah hari hingga sebelum tengah malam (Setara dengan PM dalam bahasa Inggris).
Berdasarkan uraian tersebut, maka rumus untuk membedakan pagi dan malam adalah: [Gozen/Gogo] + [angka] + Ji

Contoh:
  • ごぜん しちじ (Gozen Shichi Ji) = Jam 7 Pagi.
  • ごご しちじ (Gogo Shichi Ji) = Jam 7 Malam.
  • ごぜん くじ (Gozen Ku Ji) = Jam 9 Pagi.
  • ごご よじ (Gogo Yo Ji) = Jam 4 Sore.
  • ごぜん じゅうにじ (Gozen Juu Ni Ji) = Jam 12 dini hari (Jam 00.00).
  • ごご じゅうにじ (Gogo Juu Ni Ji) = Jam 12 siang.

4. Penyebutan Setengah Jam (30 Menit)
Dalam bahasa Jepang, untuk menyebutkan "lewat 30 menit" atau "setengah", kita tidak perlu menyebutkan angka 30. Cukup tambahkan kata Han (はん) setelah angka jam, sehingga rumusnya adalah: [Gozen/Gogo] + [angka] + Ji + Han

Catatan: Gozen/Gogo bersifat opsional. Artinya, jika konteks waktunya sudah jelas (misalnya sedang berbicara di siang hari), kita cukup menggunakan rumus: [angka] + Ji + Han

Contoh (jika konteks waktu sudah jelas):
  • よじ はん (Yo Ji Han) = Jam 4 lewat 30 (Setengah 5).
  • しちじ はん (Shichi Ji Han) = Jam 7 lewat 30 (Setengah 8).
  • じゅうにじ はん (Juu Ni Ji Han) = Jam 12 lewat 30 (Setengah 1).

Contoh (jika konteks waktu belum jelas):
  • ごぜん しちじ はん (Gozen Shichi Ji Han) = Jam 7 lewat 30 pagi (Setengah 8 pagi).
  • ごご よじ はん (Gogo Yo Ji Han) = Jam 4 lewat 30 sore (Setengah 5 sore).
  • ごご くじ はん (Gogo Ku Ji Han) = Jam 9 lewat 30 malam (Setengah 10 malam).
  • ごぜん よじ はん (Gozen Yo Ji Han) = Jam 4 lewat 30 subuh/pagi (Setengah 5 pagi).
  • ごご いちじ はん (Gogo Ichi Ji Han) = Jam 1 lewat 30 siang (Setengah 2 siang).

5. Sekarang Jam Berapa ?
Setelah mengetahui cara menyebutkan jam, sekarang mari kita pelajari cara bertanya "Sekarang jam berapa?".

Untuk menyebutkan kalimat tersebut dalam bahasa Jepang adalah sebagai berikut:
いま なんじ です か (Ima nan-ji desu ka?)
Artinya: Sekarang jam berapa?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, cukup gunakan rumus: ima + [jam sekarang] + desu (です)Catatan: Kata desu dibaca des (huruf u tidak dibaca).

Contoh:
いま よじ です (Ima Yo Ji desu) = Sekarang jam 4.
いま しちじ はん です (Ima Shichi Ji Han desu) = Sekarang jam setengah 8.

Hari Ke:7 Tahun, Bulan, Tanggal, dan Hari

Hari Ke:7 Tahun, Bulan, Tanggal, dan Hari

Hari ini kita akan belajar cara mengimplementasikan pemahaman angka yang telah kita pelajari untuk menyebut tahun, bulan, tanggal dan hari.

1.  Menyebut Tahun Dalam Bahasa Jepang
Dalam bahasa Jepang, untuk menyebutkan tahun, rumusnya sangat mudah. Kita cukup menyebutkan angka tahunnya, lalu diikuti dengan kata Nen (ねん).

Contoh:
  • にせん じゅう ろく ねん (Ni Sen Juu Roku Nen) = Tahun 2016.
  • にせん にじゅう ろく ねん (Ni Sen Ni Juu Roku Nen) = Tahun 2026.
  • せん きゅうひゃく きゅうじゅう ねん (Sen Kyuu Hyaku Kyuu Juu Nen) = Tahun 1990.

Catatan: 
Khusus untuk tahun yang berakhiran angka 4, penyebutannya bukan Yon, melainkan menggunakan Yo.

Contoh:
  • にせん にじゅう よねん (Ni Sen Ni Juu Yo Nen) = Tahun 2024.
  • せん きゅうひゃく きゅうじゅう よねん (Sen Kyuu Hyaku Kyuu Juu Yo Nen) = Tahun 1994.
  • はっせん さんじゅう よねん (Hassen San Juu Yo Nen) = Tahun 8.034.

2. Menyebut Bulan Dalam Bahasa Jepang
Penyebutan nama bulan dalam bahasa Jepang sangat mudah, karena rumusnya: [angka] + Gatsu (がつ).
Bulan Bahasa Jepang Keterangan
1
Januari
いちがつIchi Gatsu -
2
Februari
にがつNi Gatsu -
3
Maret
さんがつSan Gatsu -
4
April
しがつShi Gatsu Bukan Yon Gatsu
5
Mei
ごがつGo Gatsu -
6
Juni
ろくがつRoku Gatsu -
7
Juli
しちがつShichi Gatsu Bukan Nana Gatsu
8
Agustus
はちがつHachi Gatsu -
9
September
くがつKu Gatsu Bukan Kyuu Gatsu
10
Oktober
じゅうがつJuu Gatsu -
11
November
じゅういちがつJuu Ichi Gatsu -
12
Desember
じゅうにがつJuu Ni Gatsu -

3. Menyebut Tanggal Dalam Bahasa Jepang
Penyebutan tanggal dalam bahasa Jepang memiliki rumus umum: [Angka] + Nichi (にち). Namun, terdapat banyak pengecualian yang harus dihafalkan, karena banyak tanggal yang memiliki penyebutan khusus.

A. Tanggal Khusus
Tanggal Khusus adalah tanggal yang sama sekali tidak mengikuti aturan angka yang pernah kita pelajari dan tidak mengikuti rumus umum penyebutan tanggal. Tanggal khusus adalah:
  • Tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
  • Tanggal 20
Tanggal Bahasa Jepang
Tanggal 1 ついたちTsuitachi
Tanggal 2 ふつかFutsuka
Tanggal 3 みっかMikka
Tanggal 4 よっかYokka
Tanggal 5 いつかItsuka
Tanggal 6 むいかMuika
Tanggal 7 なのかNanoka
Tanggal 8 ようかYouka
Tanggal 9 ここのかKokonoka
Tanggal 10 とおかTooka
Tanggal 20 はつかHatsuka

B. Tanggal 14 dan 24
Untuk tanggal 14 dan 24 penyebutan, yaitu sebagai berikut:
Tanggal Bahasa Jepang
Tanggal 14 じゅうよっかJuu Yokka
Tanggal 24 にじゅうよっかNi Juu Yokka

C. Tanggal Standar
Untuk tanggal standar mengikuti rumus: [Angka] + Nichi (にち). Berikut ini tabel tanggal standar dalam Bahasa Jepang:
Tanggal Bahasa Jepang
Tanggal 11 じゅういちにちJuu Ichi Nichi
Tanggal 12 じゅうににちJuu Ni Nichi
Tanggal 13 じゅうさんにちJuu San Nichi
Tanggal 15 じゅうごにちJuu Go Nichi
Tanggal 16 じゅうろくにちJuu Roku Nichi
Tanggal 17 じゅうしちにちJuu Shichi Nichi
Tanggal 18 じゅうはちにちJuu Hachi Nichi
Tanggal 19 じゅうくにちJuu Ku Nichi
Tanggal 21 にじゅういちにちNi Juu Ichi Nichi
Tanggal 22 にじゅうににちNi Juu Ni Nichi
Tanggal 23 にじゅうさんにちNi Juu San Nichi
Tanggal 25 にじゅうごにちNi Juu Go Nichi
Tanggal 26 にじゅうろくにちNi Juu Roku Nichi
Tanggal 27 にじゅうしちにちNi Juu Shichi Nichi
Tanggal 28 にじゅう はちにちNi Juu Hachi Nichi
Tanggal 29 にじゅうくにちNi Juu Ku Nichi
Tanggal 30 さんじゅうにちSan Juu Nichi
Tanggal 31 さんじゅういちにちSan Juu Ichi Nichi
Catatan:
Untuk tanggal yang berakhiran 7 seperti 17 dan 27, kita menggunakan Shichi, bukan Nana.
  • Tanggal 17: Juu Shichi Nichi (Bukan Juu Nana Nichi)
  • Tanggal 27: Ni Juu Shichi Nichi (Bukan Ni Juu Nana Nichi)

Untuk tanggal yang berakhiran 9 seperti 19 dan 29, kita menggunakan Ku, bukan Kyuu.
  • Tanggal 19: Juu Ku Nichi (Bukan Juu Kyuu Nichi)
  • Tanggal 29: Ni Juu Ku Nichi (Bukan Ni Juu Kyuu Nichi)

4. Menyebut Hari Dalam Bahasa Jepang
Nama hari dalam bahasa Jepang sangat sistematis karena semuanya menggunakan akhiran Youbi (ようび). Berikut ini adalah nama hari-hari dalam bahasa Jepang:
Hari Bahasa Jepang
Senin げつようびGetsu Youbi
Selasa かようびKa Youbi
Rabu すいようびSui Youbi
Kamis もくようびMoku Youbi
Jumat きんようびKin Youbi
Sabtu どようびDo Youbi
Minggu にちようびNichi Youbi
5. Standar Penyebutan Tahun, Bulan, Tanggal dan Hari
Dalam bahasa Indonesia, kita biasa menyebutkan waktu dengan urutan: Hari/Tanggal → Bulan → Tahun. Namun, dalam bahasa Jepang, urutannya dibalik dari yang paling besar ke yang paling kecil.

Rumus Urutan Penulisan dan Penyebutan:
Tahun + Bulan + Tanggal + Hari

Contoh:
Misalkan kita ingin menyebutkan: "Selasa, 24 Februari 2026".
  • Tahun: にせん にじゅう ろく ねん (Ni Sen Ni Juu Roku Nen)
  • Bulan: にがつ (Ni Gatsu)
  • Tanggal: にじゅうよっか (Ni Juu Yokka)
  • Hari: かようび (Ka Youbi)

Maka digabung menjadi:
にせん にじゅう ろく ねん、にがつ にじゅうよっか、かようび
(Ni Sen Ni Juu Roku Nen, Ni Gatsu Ni Juu Yokka, Ka Youbi)


Demikian pembelajaran hari ke-1 sampai dengan hari ke-7 dari 90 hari belajar bahasa Jepang N5 berdasarkan pengalaman saya mengikuti Pelatihan Bahasa Jepang yang dilaksanakan oleh Disnakertrans Jabar.

Sampai jumpa di materi minggu kedua!


Baca selengkapnya »