Minggu, 16 Januari 2022

Berapa Penghasilan yang diterima oleh CPNS Setiap Bulan? [Berdasarkan Pengalaman Pribadi]

Berikut ini kami sampaikan informasi terkait jumlah gaji yang diterima oleh seorang CPNS setiap bulan berdasarkan ledger gaji. 

1. Gaji Pokok
Komponen pertama yang menentukan jumlah gaji, yaitu gaji pokok. Gaji pokok seorang CPNS adalah 80% dari jumlah gaji pokok yang tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji  Pegawai Negeri Sipil.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019, gaji pokok PNS Golongan III/a dengan masa kerja 0 tahun adalah Rp.2.579.400. Artinya, bagi CPNS maka gaji pokoknya adalah 80% dari Rp.2.579.400 = Rp.2.063.520. 

Untuk gaji CPNS golongan II/c (formasi d3) dengan masa kerja 3 tahun, yaitu 80% dari Rp.2.301.800 = Rp. 1.841.440. Perlu menjadi catatan, khusus untuk CPNS yang mengisi formasi d3 golongan II/c, meskipun belum memiliki masa kerja, tetapi dianggap memiliki masa kerja 3 tahun.

Untuk gaji  CPNS golongan II/a (formasi SLTA) dengan masa kerja 0 tahun, yaitu 80% dari Rp.2.022.200 = Rp.1.617.760

2. Tunjangan Suami/Istri
Selanjutnya, tunjangan suami/istri sebesar 10% dari gaji pokok (khusus yang sudah menikah, bagi yang belum menikah maka tidak mendapatkan tunjangan suami/istri). Sebagai CPNS golongan III/a dan sudah menikah, maka tunjangan suami/istri yang diterima, yaitu Rp.206.352.

3. Tunjangan Anak
Selanjutnya tunjangan anak sebesar 2% per anak (maksimal dua anak). Bagi CPNS yang sudah memiliki anak sebanyak 1 orang, maka mendapatkan tunjangan anak sebesar Rp.41.270 dan bagi CPNS yang sudah memiliki anak sebanyak 2 orang, maka mendapatkan tunjangan anak sebesar Rp. 82.541. Perlu diperhatikan, bagi yang memiliki anak lebih dari 2 orang, maka tunjangan yang didapatkan sama seperti yang memiliki 2 orang anak.

4. Tunjangan Fungsional Umum
Kemudian, mendapatkan tunjangan fungsional umum sebesar Rp.185.000 (untuk golongan III Jabatan Pelaksana) dan Rp.180.000 (untuk golongan II Jabatan Pelaksana) sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2006 tentang Tunjangan Umum Bagi Pegawai Negeri Sipil.

5. Tunjangan Beras
Selanjutnya, mendapatkan tunjangan beras sebesar 10 kg/orang. Artinya, bagi CPNS yang sudah menikah dan memiliki 1 orang anak, maka mendapatkan tunjangan beras untuk 3 orang (30 kg). Harga standar yang ditetapkan, yaitu Rp.7.242 (apabila diberikan dalam bentuk uang tunai). Maka, tunjangan beras yang didapatkan adalah 30 kg x Rp.7242 = Rp.217.260 sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-3/PB/2015 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-67/PB/2010.

6. Potongan
Kemudian, dipotong Iuran Wajib Pegawai (IWP) 1% dan IWP 8%.

Berdasarkan uraian tersebut, maka untuk CPNS golongan III/a, jabatan pelaksana, sudah menikah dan memiliki anak sebanyak 1 orang, masa kerja 0 tahun, yaitu sebagai berikut:
Gaji Pokok = Rp.2.063.520
Tunjangan Suami/Istri = Rp.206.352
Tunjangan Anak 1 Orang = Rp.41.270
Tunjangan Fungsional Umum = Rp.185.000
Tunjangan beras (3 orang) = Rp.217.260
Total Gaji Sebelum Potongan = Rp.2.713.402

Potongan IWP 1% = Rp.24.961 (1% dari Gaji Pokok +Tunjangan Suami/Istri + Tunjangan Anak + Tunjangan Fungsional Umum).
Potongan IWP 8% = Rp.184.891 (8% dari Gaji Pokok +Tunjangan Suami/Istri + Tunjangan Anak).
Total Potongan = Rp.209.852

Total Gaji = Rp.2.713.402 - Rp.209.852 = Rp.2.503.550
Pembulatan = Rp. 50
Total Gaji Sesuai Ledger Gaji Per Bulan = Rp.2.503.600

Catatan: Perhitungan gaji diatas khusus bagi CPNS golongan III/a  jabatan pelaksana, sudah menikah dan memiliki anak sebanyak 1 orang, masa kerja 0 tahun. Apabila faktor-faktor penentu sebagaimana telah dijelaskan berbeda (golongan, jenis jabatan, status nikah, jumlah anak berbeda), maka tinggal dihitung total sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tambahan:
Selain mendapatkan gaji, CPNS juga mendapatkan tunjangan kinerja yang besarnya tidak sama ditiap-tiap pemerintah daerah/kementerian. Sebagai gambaran, di pemerintah daerah tempat kami bekerja untuk CPNS jabatan pelaksana dengan kelas jabatan 6 mendapatkan tunjangan kinerja bersih, kurang lebih Rp.3.100.000.

Maka, setiap bulan kami mendapatkan penghasilan (Gaji + Tunjangan Kinerja) kurang lebih Rp.5.603.600

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Apabila terdapat pertanyaan, saran dan kritik dapat disampaikan pada kolom komentar dibawah ini. 
Read More »

Sabtu, 15 Januari 2022

Apa yang dilakukan setelah Pemberkasan CPNS?

Pemberkasan CPNS merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui oleh para peserta yang telah dinyatakan lulus pada pengumuman integrasi SKD dan SKB CPNS. Pada tahapan pemberkasan, peserta diminta untuk mengunggah dokumen-dokumen yang diminta oleh panitia instansi dengan batas waktu tertentu yang telah ditetapkan.


Setelah melalui tahapan pemberkasan CPNS, peserta tidak serta merta langsung dapat bekerja pada formasi dan instansi yang telah dilamar pada saat proses pendaftaran. Peserta diminta untuk sabar menunggu dokumen-dokumen yang telah diunggah kedalam sistem di verifikasi oleh panitia instansi.


Masih dimungkinkan untuk terjadinya TMS (Tidak Memenuhi Syarat), apabila setelah dilakukan verifikasi oleh panitia instansi terhadap dokumen-dokumen yang telah diunggah oleh peserta ternyata tidak sesuai dengan persyaratan atau peserta tidak melengkapi dokumen-dokumen yang harus diunggah sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan.


Setelah dokumen-dokumen telah diunggah oleh peserta, maka panitia memeriksa keabsahan dokumen-dokumen yang diunggah serta menginput usulan penerbitan NIP melalui sistem terintegrasi yang telah disiapkan BKN bagi panitia instansi.


Pengalaman pada saat pemberkasan CPNS Tahun 2019, para peserta diwajibkan untuk mengunggah dokumen-dokumen dari mulai tanggal 1 November s.d. 15 November 2021 yang kemudian diperpanjang sampai dengan tanggal 21 November 2021 (karena situasi pandemi Covid-19, sehingga mobilitas peserta terhambat).


Selanjutnya pengalaman pada saat pemberkasan CPNS Tahun 2019, peserta dapat memantau perkembangan pengusulan dan penetapan NIP melalui link yang disebarluaskan oleh BKN. Apabila jumlah pengusulan dan penetapan NIP pada suatu instansi telah sama dengan jumlah total peserta yang lulus dan menyelesaikan tahapan pemberkasan, maka hal tersebut menandakan SK CPNS dapat segera dicetak.


Pada saat CPNS Tahun 2019, TMT SK CPNS yaitu 1 Desember 2020. Artinya, terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Desember 2020, peserta telah sah dinyatakan sebagai  CPNS, meskipun pada kenyataannya ada yang bisa langsung bekerja dan ada pula yang harus menunggu SPMT (Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas) dan SP (Surat Perintah).


Pada beberapa instansi, ada tanggal SK CPNS, SPMT dan SP yang sama 1 Desember 2020, sehingga CPNS bisa langsung bekerja ke formasi dan instansi yang dilamar. Ada pula beberapa instansi yang tanggal SK CPNS, SPMT dan SP nya berbeda.


Apabila terdapat perbedaan antara tanggal SK CPNS, SPMT dan SP, maka tanggal di SPMT dan SP yang diambil sebagai patokan untuk mulai bekerja (karena pengalaman pada saat CPNS 2019, meskipun TMT SK CPNS tanggal 1 Desember 2020, tetapi SK CPNS tersebut dibagikan bersamaan dengan SPMT dan SP pada bulan Januari 2021).


Arti dari 18 Digit NIP

Peserta yang telah lulus CPNS akan mendapatkan 18 digit NIP (Nomor Induk Pegawai). Adapun 18 digit memiliki arti sebagai berikut:

Digit ke-1 s.d. ke-4 = tahun lahir.

Digit ke-5 dan ke-6 = bulan lahir.

Digit ke-7 dan ke-8 = tanggal lahir.

Digit ke-9 s.d. ke-12 = tahun diangkat menjadi cpns.

Digit ke-13 dan ke-14 = bulan diangkat menjadi cpns.

Digit ke-15 = jenis kelamin (1=laki-laki, 2 = perempuan).

Digit ke-16 s.d. ke-18 = nomor urut (bila ada peserta yang lulus pada tahun yang sama dan memiliki tahun, bulan dan tanggal lahir yang sama).


Contoh NIP:

198701012020121005


Artinya:

CPNS tersebut lahir pada tanggal 1 Januari Tahun 1987 dan diangkat pada bulan Desember Tahun 2020, jenis kelamin laki-laki dan nomor urut penetapan NIP nya ke-5 (berarti ada empat orang yang telah ditetapkan NIP nya sebelum pegawai tersebut, lulus pada tahun yang sama serta memiliki tahun, bulan dan tanggal lahir yang sama).

Pemberkasan CPNS


Read More »

Sabtu, 18 Desember 2021

Pengalaman mengikuti Tes Kesehatan Jiwa (MMPI) - Persyaratan Pemberkasan

Dalam proses pemberkasan seleksi masuk kerja, baik itu untuk persyaratan pemberkasan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun persyaratan untuk seleksi masuk kerja lainnya, para peserta tes biasanya diminta persyaratan yaitu surat keterangan kesehatan jiwa.

Soal-Soal Tes Kesehatan Jiwa - MMPI

Untuk mendapatkan surat keterangan kesehatan jiwa dapat diperoleh dengan cara mengikuti tes kesehatan jiwa. Berdasarkan pengalaman tes kesehatan jiwa yang pernah kami ikuti, tes kesehatan jiwa dibagi menjadi dua tes, yaitu sebagai berikut:

  1. tes tulis dengan cara mengisi 567 soal yang telah disediakan oleh pihak pemberi tes.
  2. tes wawancara yang dilakukan bersama dokter spesialis kejiwaan.

1. Tes Tulis
Pada saat tes tulis, pihak pemberi tes memberikan 1 buah buku yang berisi 567 soal serta 1 lembar kertas untuk digunakan sebagai lembar jawaban. Selanjutnya, pihak pemberi tes akan memberikan instruksi singkat terkait tata cara pengerjaan.

Secara singkat, kita diharuskan mengisi terlebih dahulu identitas (nama, tempat tanggal lahir, dll) serta keperluan tesnya (Pemberkasan CPNS, Pemberkasan PPPK, dll). Oleh sebab itu, sebaiknya kita mempersiapkan dari rumah alat tulis untuk pengerjaan tes (pulpen) serta KTP/Fotokopi KTP (untuk memudahkan mengisi identitas pada lembar jawaban atau jaga-jaga bila setelah tes diminta juga fotokopi KTP sebagai kelengkapan berkas).

Setelah mengisi identitas dan keperluan tes (disesuaikan dengan kebutuhan peserta). Selanjutnya, bacalah soal-soal secara cermat dan lingkari tanda plus (+) jika setuju atau tanda minus (-) jika tidak setuju.

Soal-soal yang diberikan pada dasarnya memeriksa kondisi kejiwaan kita, apakah kita memiliki masalah atau gangguan kejiwaan atau tidak. Berikut beberapa soal yang muncul pada tes kesehatan jiwa/ MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory).

1). Aku mempunyai nafsu makan yang baik
Penjelasan:
Kami menganalisis bahwa tujuan soal ini untuk memeriksa kecenderungan suasana hati (mood) yang dialami oleh peserta. Ketika suasana hatinya bagus, maka nafsu makan cenderung baik. Begitu pula sebaliknya, ketika suasana hati tidak bagus, maka nafsu makan cenderung tidak baik.

Suasana hati memiliki hubungan dengan kejiwaan, ketika suasana hati bagus (ceria, bahagia), maka kejiwaan cenderung stabil dan terhindar dari masalah-masalah kejiwaan. Begitu pula sebaliknya, ketika suasana hati tidak bagus (sedih, depresi), maka kejiwaan cenderung tidak stabil.

Berdasarkan analisis tersebut, sebaiknya pilihan jawaban yang dilingkari untuk soal tes kesehatan jiwa ini adalah tanda plus (+).

2). Ayahku (almarhum ayahku) adalah seorang yang baik
Penjelasan:
Kami menganalisis bahwa tujuan soal ini untuk memeriksa hubungan peserta dengan ayahnya. Apabila peserta merasa ayahnya adalah orang yang baik, maka dapat ditafsirkan bahwa suasana dilingkungan keluarganya cenderung harmonis serta peserta tidak memiliki trauma atau dendam terhadap ayahnya.

Hubungan yang harmonis dengan ayahnya, dapat ditafsirkan bahwa peserta tidak memiliki faktor-faktor yang dapat memicu adanya gangguan terhadap kejiwaan.

Apabila peserta merasa bahwa ayahnya adalah orang yang tidak baik, maka dapat ditafsirkan bahwa suasana dilingkungan keluarganya cenderung tidak harmonis atau bisa saja peserta memiliki trauma atau dendam kepada ayahnya (anak korban kekerasan fisik ayahnya).

Hubungan yang tidak harmonis dengan ayahnya, bahkan trauma atau dendam, dapat ditafsirkan bahwa peserta berpotensi memiliki faktor-faktor yang memicu terjadinya gangguan terhadap kejiwaan.

Berdasarkan analisis tersebut, sebaiknya pilihan jawaban yang dilingkari untuk soal tes kesehatan jiwa ini adalah tanda plus (+).

3). Pada waktu tertentu aku menangis dan tertawa tanpa dapat dikendalikan.
Penjelasan:
Arah soal ini cukup jelas, orang yang merasa pada waktu tertentu menangis dan tertawa tanpa dapat dikendalikan berpotensi memiliki gangguan kejiwaan. 

Meskipun menangis dan tertawa adalah hal yang normal pada waktu tertentu, misalnya menangis karena mengalami suatu musibah atau tertawa karena menonton acara komedi, namun titik tumpu dari soal ini adalah orang yang normal seharusnya dapat mengendalikan (lebih mudah beradaptasi/menyesuaikan dengan keadaan) terkait suasana hatinya (menangis dan tertawa).

Berdasarkan analisis tersebut, maka sebaiknya pilihan jawaban yang dilingkari untuk soal tes kesehatan jiwa ini adalah tanda minus (-).

2. Tes Wawancara
Setelah selesai menyelesaikan tes tulis, kemudian peserta akan melakukan tes wawancara bersama dokter spesial kejiwaan. Hal yang ditanyakan oleh dokter bervariasi, baik itu pertanyaan tentang aktivitas sehari-hari, pekerjaan, rumah tangga atau kesulitan-kesulitan yang sedang dialami.

Setelah wawancara selesai, peserta dipersilahkan untuk keluar ruangan dan menunggu hasil tes kesehatan jiwa yang dilakukan. Jika lulus, maka peserta akan mendapatkan surat keterangan yang menerangkan bahwa peserta sebagaimana dimaksud kejiwaannya sehat serta tidak memiliki gangguan kejiwaan. Adapun jika tidak lulus maka peserta akan diberikan kesempatan kembali satu kali untuk tes ulang (tidak dikenakan biaya tambahan).

Untuk biaya tes kesehatan jiwa berkisar dari Rp.250.000 s.d. Rp.500.000 (tergantung penyelenggara tes).

Demikian pengalaman tes kesehatan jiwa yang dapat kami sampaikan. Apabila ada kekeliruan, saran atau pertanyaan, silahkan sampaikan di kolom komentar.

Untuk mendapatkan informasi terbaru terkait Seleksi CPNS dan PPPK, dapat bergabung di channel telegram kami:
Read More »