Selamat datang di Minggu Ke-2 perjalanan belajar bahasa Jepang N5!
Setelah belajar bahasa Jepang N5 di minggu pertama, pada artikel kali ini kita akan memperdalam kemampuan komunikasi praktis.
Mulai dari Hari ke-8 hingga ke-14, fokus utama kita adalah menguasai sistem
kata tunjuk, baik untuk benda, tempat, hingga arah, lengkap dengan bentuk
formalnya agar kita bisa berinteraksi secara baik dengan orang Jepang.
Tidak hanya itu, cakupan materi akan meluas pada penguasaan kosakata
transportasi dan anggota keluarga. Puncaknya, kita akan membedah fondasi
paling krusial dalam tata bahasa Jepang, yaitu pembagian serta perubahan Kata
Kerja Kelompok 1, 2, dan 3.
Mari persiapkan diri untuk melangkah ke level berikutnya!
Hari Ke-8: Kata Tunjuk Benda
Setelah menguasai huruf dan angka, hari ini kita akan belajar
bagaimana menunjuk suatu benda dalam bahasa Jepang. Kata tunjuk
sangat penting dalam percakapan sehari-hari.
1. Kore, Sore, Are, Dore
A. これ (kore)
これ (kore) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan
benda yang dekat dengan pembicara.
Dalam bahasa Indonesia, Kore = ini. Contoh: Ini adalah buku (kore wa hon desu).
Bedah Struktur Kalimat:
- これ (kore): Ini (dekat dengan pembicara).
- は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- ほん (hon): Buku.
- です (desu): Penutup kalimat formal (huruf "u" samar/tidak dibaca).
それ (sore) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan
benda yang dekat dengan lawan bicara.
Dalam bahasa Indonesia, sore = itu. Contoh: Itu adalah mobil
(sore wa kuruma desu).
Bedah Struktur Kalimat:
- それ (sore): Itu (dekat lawan bicara).
- は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- くるま (kuruma): Mobil.
- です (desu): Penutup kalimat formal (huruf "u" samar/tidak dibaca).
あれ (are) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan
benda yang jauh dari pembicara maupun lawan bicara.
Dalam bahasa Indonesia, are = itu (jauh dari keduanya). Contoh:
Itu adalah langit (are wa sora desu).
Bedah Struktur Kalimat:
- あれ (are): Itu (jauh dari keduanya).
- は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- そら (sora): Langit.
- です (desu): Penutup kalimat formal (huruf "u" samar/tidak dibaca).
Jika これ (kore), それ (sore), dan
あれ (are) digunakan untuk menunjuk benda, maka
どれ (dore) adalah kata yang kita gunakan untuk
menanyakan benda yang ditunjuk tersebut.
Gunakan Dore saat kita dihadapkan pada 3 pilihan atau lebih
dan ingin bertanya, "Yang mana?".
Contoh: Buku kamu yang mana? (あなた の ほん は どれ です か / anata no hon wa dore desu ka).
Bedah Struktur Kalimat:
- あなた (anata): Kamu.
- の (no): Partikel yang berfungsi untuk menghubungkan kepemilikan.
- ほん (hon): Buku.
- は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- どれ (dore): Yang mana? (kata tanya).
- です か (desu ka): Penutup kalimat tanya (Partikel Ka berfungsi sebagai pengganti tanda tanya).
| Kata | Arti | Posisi Benda |
|---|---|---|
| これ Kore | Ini | Dekat Pembicara |
| それ Sore | Itu | Dekat Lawan Bicara |
| あれ Are | Itu (Jauh) | Jauh dari Keduanya |
| どれ Dore | Yang Mana? | Kata Tanya untuk menanyakan benda yang ditunjuk lebih dari tiga. |
Catatan:
Jika benda yang dipilih hanya ada dua, orang Jepang menggunakan どちら (Dochira).
Contoh:
これ と それ、 どちら が すき です か
(Kore to sore, dochira ga suki desu ka?)
Arti: Antara ini dan itu, manakah yang kamu suka?
Bedah Struktur Kalimat:
- これ (kore): Ini (Benda dekat pembicara).
- と (to): dan / antara (Partikel penghubung dua benda).
- それ (sore): Itu (Benda dekat lawan bicara).
- どちら (dochira): Yang mana? (khusus untuk 2 pilihan).
- が (ga): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah pilihan atau jawaban penegasan dari suatu topik yang sedang dibicarakan. Pada contoh kalimat ini, dengan menggunakan partikel ga, yang mana? berubah menjadi yang manakah?
- すき (suki): suka.
- です (desu): Penutup kalimat formal.
- か (ka): Partikel pengganti tanda tanya.
2.Kono, Sono, Ano, Dono
Meskipun sama-sama kata penunjuk, kono, sono, ano, dan dono memiliki perbedaan dalam penggunaan dan rumus kalimatnya.
Perbedaan Penggunaan:
- Kore, sore, are, dore adalah kata tunjuk yang berfungsi sebagai kata benda yang bersifat mandiri, sehingga tidak boleh langsung disandingkan dengan kata benda lainnya. Oleh sebab itu, setelah kata tunjuk ini wajib langsung menggunakan partikel.
- Kono, sono, ano, dono adalah kata tunjuk yang digunakan sebagai pengiring kata benda, sehingga lawan bicara tahu secara spesifik benda mana yang sedang dibicarakan.
Perbedaan Rumus:
- Kore, sore, are, dore: Tidak boleh langsung diikuti kata benda
- Kono, sono, ano, dono: Wajib diikuti langsung oleh kata benda.
この (kono) adalah kata tunjuk yang wajib diikuti kata
benda untuk menunjukkan benda yang dekat dengan pembicara. Misalnya,
この ほん は わたし の です (Kono hon wa watashi no desu) =
Buku ini adalah milik saya.
Bedah Struktur Kalimat:
- この (kono): ...ini (Harus menempel pada kata benda).
- ほん (hon): Buku.
- は (wa): Partikel yang menunjukkan bahwa "Buku ini" adalah inti pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- わたし (watashi): Saya.
- の (no): Partikel yang berfungsi untuk menghubungkan kepemilikan.
- です (desu): Penutup kalimat formal.
その (sono) adalah kata tunjuk yang wajib diikuti kata
benda untuk menunjukkan benda yang dekat dengan lawan bicara.
Misalnya, その くるま は わたし の です (Sono kuruma wa watashi no desu) = Mobil itu adalah milik saya.
Bedah Struktur Kalimat:
- その (sono): ...itu (dekat lawan bicara).
- くるま (kuruma): Mobil.
- は (wa): Partikel yang menunjukkan bawa "mobil itu" adalah inti pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- わたし (watashi): Saya.
- の (no): Partikel yang berfungsi untuk menghubungkan kepemilikan.
- です (desu): Penutup kalimat formal.
あの (ano) adalah kata tunjuk yang wajib diikuti kata
benda untuk menunjukkan benda yang jauh dari keduanya.
Misalnya, あの やま は たかい です (Ano yama wa takai desu) = Gunung
itu tinggi.
Bedah Struktur Kalimat:
- あの (ano): ...itu (jauh dari keduanya).
- やま (yama): Gunung.
- は (wa): Partikel yang menunjukkan bahwa "gunung itu" adalah inti pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- たかい (takai): Tinggi.
- です (desu): Penutup kalimat formal.
Jika kono, sono, ano digunakan untuk menspesifikkan benda
mana yang sedang dibicarakan, maka どの (Dono) adalah kata
tanya "Yang mana?" yang wajib diikuti kata benda.
Gunakan dono saat kita dihadapkan pada 3 pilihan atau lebih dan ingin bertanya, "... yang mana?". Jika benda yang dipilih hanya ada dua, orang Jepang menggunakan どちら (Dochira).
Gunakan dono saat kita dihadapkan pada 3 pilihan atau lebih dan ingin bertanya, "... yang mana?". Jika benda yang dipilih hanya ada dua, orang Jepang menggunakan どちら (Dochira).
Contoh: どの くるま が あなた の です か (Dono kuruma ga anata no desu ka?) = Mobil yang mana yang
merupakan milik Anda?
Bedah Struktur Kalimat:
- どの (dono): Yang mana? (Kata tanya atributif).
- くるま (kuruma): Mobil (Kata benda yang wajib menempel).
- が (ga): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah pilihan atau jawaban penegasan dari suatu topik yang sedang dibicarakan. Pada contoh kalimat ini, dengan menggunakan partikel ga, yang mana? berubah menjadi yang manakah?
- あなた (anata): Anda.
- の (no): Milik.
- です (desu): Penutup formal.
- か (ka): Partikel pengganti tanda tanya.
| Kata | Arti | Penggunaan |
|---|---|---|
| このKono | ... ini | + Kata Benda (Dekat Pembicara) |
| そのSono | ... itu | + Kata Benda (Dekat Lawan Bicara) |
| あのAno | ... itu (jauh) | + Kata Benda (Jauh dari Keduanya) |
| どのDono | ... yang mana? | + Kata Benda (Kata Tanya untuk 3 pilihan atau lebih) |
Hari Ke-9: Kata Tunjuk Tempat, Arah dan Bentuk Sopan
Setelah mempelajari ko-so-a-do dengan akhiran -re (kore, sore, are, dore) dan akhiran -no (kono, sono, ano, dono) yang berfungsi untuk
kata tunjuk benda. Sekarang, kita akan mempelajari ko-so-a-do dengan
akhiran -ko yang berfungsi untuk menunjukan tempat atau lokasi.
1. Koko, Soko, Asoko dan Doko
A. ここ (koko)
ここ (koko) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan
tempat yang dekat dengan pembicara.
Dalam bahasa Indonesia, koko = disini.
Contoh: ここ は きょうしつ です (koko wa kyoushitsu desu)
= Di sini adalah ruangan kelas .
Bedah Struktur Kalimat:
- ここ (koko): Di sini (dekat pembicara).
- は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- きょうしつ (kyoushitsu): Ruang kelas.
- です (desu): Penutup kalimat formal.
B. そこ (soko)
そこ (soko) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan
tempat yang berada di dekat lawan bicara.
Dalam bahasa Indonesia, Soko = Di situ.
Contoh: そこ は トイレ です (soko wa toire desu) =
Di situ adalah toilet.
Bedah Struktur Kalimat:
- そこ (soko): Di situ (dekat lawan bicara).
- は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- トイレ (toire): Toilet (Kata ini menggunakan huruf Katakana karena merupakan kata serapan dari bahasa asing).
- です (desu): Penutup kalimat formal.
C. あそこ (asoko)
あそこ (asoko) adalah kata yang digunakan untuk
menunjukkan tempat yang jauh dari pembicara maupun lawan bicara. Berbeda
dengan pola sebelumnya, bentuk "jauh" untuk tempat bukan Ako,
melainkan Asoko. Dalam bahasa Indonesia, Asoko = Di sana.
Contoh: あそこ は かいぎしつ です (asoko wa kaigishitsu desu) = Di sana adalah ruangan rapat.
Bedah Struktur Kalimat:
- あそこ (asoko): Di sana (jauh dari keduanya).
- は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- かいぎしつ (kaigishitsu): Ruangan rapat.
- です (desu): Penutup kalimat formal.
D. どこ (doko)
どこ (doko) adalah kata tanya yang digunakan untuk
menanyakan lokasi suatu tempat.
Dalam bahasa Indonesia, Doko = Di mana
Contoh: トイレ は どこ です か (toire wa doko desu ka) = Toilet ada di mana? .
Bedah Struktur Kalimat:
- トイレ (toire): Toilet.
- は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
- どこ (doko): Di mana (kata tanya).
- です (desu): Penutup kalimat formal.
- か (ka): Partikel yang berfungsi sebagai pengganti tanda tanya.
| Kata | Arti | Posisi Tempat |
|---|---|---|
| ここKoko | Di sini | Dekat Pembicara |
| そこSoko | Di situ | Dekat Lawan Bicara |
| あそこAsoko | Di sana | Jauh dari Keduanya |
| どこDoko | Di mana? | Kata tanya untuk menanyakan tempat. |
Selanjutnya, kita akan belajar tentang
ko-so-a-do dengan akhiran -chira yang berfungsi untuk:
- Menunjukkan arah (sebelah sini, sebelah situ, sebelah sana, di sebelah mana).
- Bentuk sopan untuk menunjuk tempat (menggantikan koko, soko, asoko).
- Kata tunjuk untuk manusia/orang (jangan menggunakan ko-so-a-do berakhiran -re untuk kata tunjuk manusia/orang karena secara etika budaya orang Jepang tidak sopan).
A. こちら (kochira)
こちら (kochira) adalah kata tunjuk untuk arah di dekat
pembicara, bentuk sopan dari tempat (koko), atau untuk memperkenalkan
orang. Dalam bahasa Indonesia, kochira = sebelah sini / ini (sopan).
Contoh:
- こちら へ どうぞ (kochira e douzo) = Silakan ke sebelah sini.
- こちら は たなかさん です (kochira wa Tanaka-san desu) = Ini adalah Tuan Tanaka.
Bedah Struktur Kalimat:
- こちら (kochira): Sebelah sini / Ini (sopan).
- へ (e): Partikel penanda arah tujuan.
- どうぞ (douzo): Silahkan.
- たなかさん (Tanaka-san): Tuan/Nyonya Tanaka.
B. そちら (sochira)
そちら (sochira) adalah kata tunjuk untuk arah di dekat
lawan bicara atau bentuk sopan dari tempat (soko).
Dalam bahasa Indonesia, sochira = sebelah situ.
Contoh:
- そちら は でぐち です (sochira wa deguchi desu) = Sebelah situ adalah pintu keluar.
- そちら は どなた です か (sochira wa donata desu ka) = Orang yang di sebelah situ siapa?
Bedah Struktur Kalimat:
- でぐち (deguchi): Pintu keluar.
- どなた (donata): Siapa (bentuk sopan dari dare).
- か (ka): Partikel pengganti kata tanya.
C. あちら (achira)
あちら (achira) adalah kata tunjuk untuk arah yang jauh
dari pembicara maupun lawan bicara atau bentuk sopan dari tempat
(asoko).
Dalam bahasa Indonesia, achira = sebelah sana.
Contoh:
- あちら は きっさてん です (achira wa kissaten desu) = Sebelah sana adalah kafe/kedai kopi.
- あちら は わたし の だいがく です (achira wa watashi no daigaku desu) = Di sana adalah universitas saya.
Bedah Struktur Kalimat:
- きっさてん (kissaten): Kafe/Kedai kopi.
- わたし(watashi): Saya.
- だいがく (daigaku): Universitas.
- の (no): Partikel kepemilikan.
D. どちら (dochira)
どちら (dochira) memiliki dua fungsi:
- Kata tanya untuk pilihan yang berjumlah dua.
- kata tanya sopan untuk menanyakan arah atau lokasi tempat. Dalam bahasa Indonesia, dochira = di sebelah mana / yang mana?
Contoh:
エレベーター は どちら です か (erebeetaa wa dochira desu ka) =
Lift ada di sebelah mana?
かいぎしつ は どちら です か (Kaigishitsu wa dochira desu ka) = Ruangan rapatnya di sebelah mana?
Bedah Struktur Kalimat:
- エレベーター (erebeetaa): Lift (Katakana).
- かいぎしつ (kaigishitsu): Ruangan rapat.
- どちら (dochira): Di sebelah mana / Mana? (sopan).
| Kata (Romaji) | Arti | Fungsi & Penggunaan |
|---|---|---|
| こちら (Kochira) | Sebelah sini / Ini | Menunjuk arah dekat pembicara atau memperkenalkan orang secara sopan. |
| そちら (Sochira) | Sebelah situ / Itu | Menunjuk arah dekat lawan bicara atau merujuk orang di sisi lawan bicara. |
| あちら (Achira) | Sebelah sana / Itu | Menunjuk arah yang jauh dari keduanya atau tempat/orang di kejauhan. |
| どちら (Dochira) | Di Sebelah Mana / Yang Mana | Kata tanya sopan untuk lokasi, arah, atau pilihan antara 2 hal. |
Hari Ke-10: Kosakata Transportasi
Apabila kita tinggal di Jepang, kita akan sering menggunakan alat
transportasi untuk bepergian. Oleh sebab itu, hari ini kita akan belajar
kosakata yang berhubungan dengan transportasi.
1. Alat-alat Transportasi
- でんしゃ (Densha): Kereta Listrik.
- ちかてつ (Chikatetsu): Kereta Bawah Tanah.
- しんかんせん (Shinkansen): Kereta Cepat.
- くるま (Kuruma): Mobil.
- バス (Basu): Bus.
- タクシー (Takushii): Taksi
- バイク (Baiku): Sepeda Motor
- じてんしゃ (Jitensha): Sepeda
- ふね (Fune): Kapal Laut
- ボート (Booto): Perahu/Boat
- フェリー (Ferii): Kapal Feri
- ひこうき (Hikouki): Pesawat Terbang
- ヘリコプター (Herikoputaa): Helikopter
2. Tempat Transportasi
- えき (Eki): Stasiun (Kereta).
- バスてい (Basutei): Halte Bus.
- ちゅうしゃじょう (Chuushajou): Tempat Parkir (Mobil/Motor).
- みなと (Minato): Pelabuhan.
- くうこう (Kuukou): Bandara.
3. Navigasi Transportasi
- のる (Noru): Naik (kendaraan).
- おりる (Oriru): Turun (kendaraan).
- とまる (Tomaru): Berhenti.
- みぎ に まがる (Migi ni magaru): Belok kanan.
- ひだり に まがる (Hidari ni magaru): Belok kiri.
- まっすぐ (Massugu): Lurus.
- みち (Michi): Jalan (infrastruktur jalan, bukan menyuruh kendaraan untuk jalan).
- みち を わたる (Michi wo wataru): Menyeberang jalan.
Hari Ke-11: Kosakata Anggota Keluarga
Dalam bahasa Jepang, penyebutan anggota keluarga terbagi menjadi dua,
yaitu untuk anggota keluarga sendiri (menggunakan kosakata yang rendah
hati) dan untuk anggota keluarga orang lain (menggunakan kosakata yang
sopan).
1. Ayah, Ibu, Kakek dan Nenek
| Hubungan | Keluarga Sendiri | Keluarga Orang Lain |
|---|---|---|
| Ayah | ちちChichi | おとうさんOtousan |
| Ibu | ははHaha | おかあさんOkaasan |
| Kakek | そふSofu | おじいさんOjiisan |
| Nenek | そぼSobo | おばあさんObaasan |
Catatan:
- Gunakan Chichi, Haha, Sofu dan Sobo, saat kita menceritakan keluarga sendiri kepada orang lain agar terdengar rendah hati.
- Namun, gunakan Otousan, Okaasan, Ojiisan, dan Obaasan, saat ketika kita secara langsung sedang memanggil ayah, ibu, kakek dan nenek sendiri atau sedang berbicara dengan sesama anggota keluarga agar terdengar sopan.
- Untuk penyebutan ayah, ibu, kakek dan nenek orang lain wajib menggunakan Otousan, Okaasan, Ojiisan, dan Obaasan.
2. Saudara Kandung
| Hubungan | Keluarga Sendiri | Keluarga Orang Lain |
|---|---|---|
| Kakak Laki-laki | あにAni | おにいさんOniisan |
| Kakak Perempuan | あねAne | おねえさんOneesan |
| Adik Laki-laki | おとうとOtouto | おとうとさんOtouto-san |
| Adik Perempuan | いもうとImouto | いもうとさんImouto-san |
Catatan:
- Gunakan Ani, Ane, Otouto dan Imouto, saat kita menceritakan keluarga sendiri kepada orang lain agar terdengar rendah hati.
- Namun, gunakan Oniisan, Oneesan, saat ketika kita secara langsung sedang memanggil kakak sendiri atau sedang berbicara dengan sesama anggota keluarga agar terdengar sopan.
- Untuk memanggil adik sendiri, seorang Ayah, Ibu, Kakek, Nenek dan kakak biasanya memanggil dengan Nama Asli mereka ditambah akhiran -chan (adik perempuan), atau akhiran -kun (adik laki-laki).
- Terkadang, untuk adik laki-laki yang masih bayi, balita juga menggunakan akhiran -chan pada nama mereka agar terdengar lebih imut.
- Untuk penyebutan kakak dan adik orang lain wajib menggunakan Oniisan, Oneesan, Otouto-san, dan Imouto-san.
3. Pasangan dan Anak
| Hubungan | Keluarga Sendiri | Keluarga Orang Lain |
|---|---|---|
| Suami | おっと / しゅじんOtto / Shujin | ごしゅじんGoshujin |
| Istri | つま / かないTsuma / Kanai | おくさんOkusan |
| Anak | こ / こどもKo / Kodomo | おこさんOkosan |
Catatan:
A. Suami (おっと / しゅじん vs ごしゅじん)
- おっと (Otto): Digunakan saat menceritakan suami sendiri kepada orang lain dalam situasi formal/netral.
- しゅじん (Shujin): Secara harfiah berarti "tuan/kepala keluarga". Masih sering digunakan untuk menceritakan suami sendiri, namun beberapa kalangan modern mulai menghindarinya karena dianggap kurang setara. Panggilan Shujin seolah-olah Suami adalah atasan sedangkan istri adalah bawahan (kesetaraan gender).
- ごしゅじん (Goshujin): Hanya untuk menyebut suami orang lain.
2. Istri (つま / かない vs おくさん)
- つま (Tsuma): Istilah netral untuk istri sendiri.
- かない (Kanai): Digunakan saat menceritakan istri sendiri kepada orang lain (nuansanya lebih rendah hati/tradisional).
- おくさん (Okusan): Hanya untuk istri orang lain.
3. Anak (こども vs おこさん)
- こども (Kodomo): Digunakan untuk menyebut anak sendiri.
- おこさん (Okosan): Digunakan untuk anak orang lain.
- Kita mungkin mendengar istilah こども (Kodomo) di berita televisi saat mereka membahas anak-anak secara umum sebagai kelompok masyarakat. Namun, dalam percakapan pribadi, kita wajib menggunakan おこさん (Okosan) untuk menyebut anak orang yang kita ajak bicara agar tetap sopan.
| Hubungan | Keluarga Sendiri | Keluarga Orang Lain |
|---|---|---|
| Paman | おじOji | おじさんOjisan |
| Bibi | おばOba | おばさんObasan |
- Gunakan おじ (Oji) dan おば (Oba) saat menceritakan paman atau bibi sendiri kepada orang lain agar terdengar rendah hati.
- Sama seperti memanggil Kakak (Oniisan), kita menggunakan おじさん (Ojisan) atau おばさん (Obasan) untuk memanggil paman/bibi sendiri secara sopan di dalam rumah.
- Di Jepang, kata おじさん (Ojisan) dan おばさん (Obasan) juga digunakan sebagai panggilan umum untuk pria atau wanita dewasa yang tidak dikenal di jalan (setara dengan "Paman/Om" atau "Bibi/Tante" dalam bahasa Indonesia).
- Hati-hati menggunakannya pada wanita yang sensitif terhadap umur, karena bisa dianggap kurang sopan jika mereka merasa masih muda, gunakan saja おねえさん(Oneesan).
- Perlu diperhatikan juga, jangan panjangkan penyebutan Ojisan dan Obasan menjadi Ojiisan dan Obaasan agar tidak tertukar dengan Kakek dan Nenek.
Hari Ke-12: Kata Kerja Kelompok 3
Hari Ke-12: Kata Kerja Kelompok 3
Catatan:
Tips Cepat Mengetahui Kata Kerja Kelompok 3:
Dalam bahasa Jepang, kata kerja dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kata
kerja kelompok 1, kata kerja kelompok 2 dan kata kerja kelompok 3. Untuk
memudahkan pemahaman, mari kita belajar dulu dari kata kerja kelompok 3.
Kata kerja kelompok 3 hanya terdiri dari dua kata dasar saja, yaitu:
| Bentuk Kamus | Bentuk Sopan (~Masu) | Arti |
|---|---|---|
| くる kuru | きます kimasu | Datang |
| する suru | します shimasu | Melakukan |
- Bentuk kamus atau disebut juga kata dasar adalah kata yang dapat dicari dalam kamus bahasa Jepang.
- Bentuk sopan adalah bentuk kata dasar yang telah mengalami perubahan, biasanya ditambah akhiran ~masu yang bertujuan untuk menghormati lawan bicara.
- Meskipun kata dasarnya ada dua, kata suru/shimasu dapat dikombinasikan dengan kata benda. Hal ini membuat jumlah kata kerja kelompok 3 menjadi sangat banyak, namun mudah dipahami.
- Artinya, ketika kata benda dikombinasikan dengan suru/shimasu, maka kata benda berubah menjadi kata kerja.
Contoh:
| Kata Benda | Bentuk Kamus | Bentuk Sopan | Kata Kerja |
|---|---|---|---|
| べんきょうpelajaran | べんきょうするbenkyou-suru | べんきょうしますbenkyou-shimasu | belajar |
| かいものbelanjaan | かいものするkaimono-suru | かいものしますkaimono-shimasu | berbelanja |
| さんぽjalan-jalan | さんぽするsanpo-suru | さんぽしますsanpo-shimasu | berjalan-jalan |
| けっこんpernikahan | けっこんするkekkon-suru | けっこんしますkekkon-shimasu | menikah |
- Kata kerja kelompok 3 hanya memiliki dua kata dasar, yaitu kuru dan suru (bentuk kamus). Bentuk kamus tersebut dapat diubah menjadi kimasu dan shimasu agar bentuknya sopan.
- Kata suru/shimasu dapat dikombinasikan dengan kata benda, sehingga kata benda berubah menjadi kata kerja. Hal ini membuat jumlah kata kerja kelompok 3 menjadi sangat banyak, namun mudah dipahami.
Hari Ke-13: Kata Kerja Kelompok 2
Kata kerja kelompok 2 adalah kata kerja yang memenuhi kriteria sebagai
berikut:
- Kata dasarnya atau bentuk kamusnya berakhiran ~ru (る)
- Tepat satu suku kata sebelum akhiran ~ru (る) harus ada bunyi vokal i atau e.
Untuk mengubah bentuk kamus menjadi bentuk sopan, rumusnya sangat mudah,
yaitu dengan cara
menghapus akhiran ~ru dan menambahkan akhiran ~masu (ます).
Contoh:
| Bentuk Kamus | Bentuk Sopan (~Masu) | Arti |
|---|---|---|
| たべるtabe-ru | たべますtabe-masu | Makan |
| ねるne-ru | ねますne-masu | Tidur |
| みるmi-ru | みますmi-masu | Melihat |
| おきるoki-ru | おきますoki-masu | Bangun |
| おしえるoshie-ru | おしえますoshie-masu | Mengajar |
- Perhatikan dalam tabel tersebut, semua kata dasar berakhiran ~ru (る) dan tepat satu suku kata sebelumnya memiliki bunyi vokal i atau e. Inilah ciri utama Kelompok 2.
- Untuk mengubah ke bentuk sopan, akhiran ~ru (る) dihapus dan langsung ditambah dengan ~masu (ます). Rumus ini hanya berlaku untuk kata kerja kelompok 2 saja.
- Uniknya terdapat kata dasar pengecualian yang berakhiran ~ru (る) dan tepat satu suku kata sebelumnya memiliki bunyi vokal i atau e, namun tidak masuk ke dalam kata kerja kelompok 2.
- Kata dasar pengecualian ini masuk ke dalam kata kerja kelompok 1 yang nanti kita akan bahas selanjutnya.
Secara teknis, terdapat lebih dari 100 kata kerja pengecualian dalam
bahasa Jepang. Namun, untuk penggunaan sehari-hari hingga tingkat
menengah, hanya ada sekitar 30 sampai 40 kata saja yang sering muncul.
Untuk mempermudah pemahaman, cukup hapalkan 10 kata dasar pengecualian berikut ini, agar kita tidak menganggap kata berikut masuk ke dalam kata kerja
kelompok 2:
- かえる (Kaeru) = Pulang
- はしる (Hashiru) = Berlari
- しる (Shiru) = Mengetahui
- はいる (Hairu) = Masuk
- きる (Kiru) = Memotong
- しゃべる (Shaberu) = Mengobrol
- いる (Iru) = Butuh
- ける (Keru) = Menendang
- すべる (Suberu) = Terpeleset
- へる (Heru) = Berkurang
Hari Ke-14: Kata Kerja Kelompok 1
Setelah mempelajari Kelompok 3 dan 2, sekarang kita masuk ke dalam kata
kerja kelompok 1. kata kerja ini memiliki kata dasar (bentuk kamus) yang
bervariasi, yaitu: ~u, ~tsu, ~ru, ~mu, ~nu, ~bu, ~ku, ~gu, ~su.
Untuk mempermudah hapalan, kita bisa bagi 9 akhiran tersebut menjadi 3
kata, yaitu:
- utsuru (う・つ・る)
- munubu (む・ぬ・ぶ)
- kugusu (く・ぐ・す)
Bila kita perhatikan, akhiran ~ru muncul lagi di kata kerja kelompok 1.
Untuk kata kerja kelompok 1 yang berakhiran ~ru memenuhi ketentuan
sebagai berikut:
- Tepat satu suku kata sebelum akhiran ~ru (る) pada bentuk kamus (kata dasar) harus ada bunyi vokal a, u dan o (bukan i, e).
- 10 kata dasar pengecualian yang kita pelajari di hari ke-13 dan terlihat mirip seperti kata kerja kelompok 2, padahal masuk ke kata kerja kelompok 1.
- Khusus kata dasar yang berakhiran ~nu (ぬ) dalam bahasa Jepang hanya ada satu, yaitu Shinu (しぬ).
Untuk mengubah bentuk kamus menjadi bentuk hormat dalam kata kerja
kelompok 1, caranya yaitu sebagai berikut:
- Pertama, ubah vokal "u" pada akhir kata dasar (bentuk kamus) menjadi vokal "i", sehingga yang awalnya ~u, ~tsu, ~ru, ~mu, ~nu, ~bu, ~ku, ~gu, ~su menjadi ~i, ~chi, ~ri, ~mi, ~ni, ~bi, ~ki, ~gi, ~shi.
- Kedua, tambahkan ~masu diposisi paling akhir.
- Untuk memudahkan pemahaman, bila kita lihat tabel hiragana, geser dari kolom yang berakhiran vokal "u" menjadi akhiran vokal "i" pada baris yang sama.
Perhatikan contoh berikut ini:
| Akhiran | Bentuk Kamus | Arti | Bentuk ~Masu |
|---|---|---|---|
| ~u (う) | かう (Kau) | Membeli | kaimasu |
| ~tsu (つ) | まつ (Matsu) | Menunggu | machimasu |
| ~ru (る) | わかる (Wakaru) | Mengerti | wakarimasu |
| ~mu (む) | のむ (Nomu) | Minum | nomimasu |
| ~nu (ぬ) | しぬ (Shinu) | Mati | shinimasu |
| ~bu (ぶ) | あそぶ (Asobu) | Bermain | asobimasu |
| ~ku (く) | かく (Kaku) | Menulis | kakimasu |
| ~gu (ぐ) | およぐ (Oyogu) | Berenang | oyogimasu |
| ~su (す) | はなす (Hanasu) | Berbicara | hanashimasu |
Demikian pembelajaran hari ke-8 sampai dengan hari ke-14 dari 90 hari belajar
bahasa Jepang N5 berdasarkan pengalaman saya mengikuti Pelatihan Bahasa Jepang yang dilaksanakan oleh Disnakertrans Jabar.
Sampai jumpa di materi minggu ketiga!
