90 Hari Belajar Bahasa Jepang N5 Untuk Pekerja Sibuk (Part 1)

Program 90 Hari Belajar Bahasa Jepang N5 ini dirancang khusus bagi Anda yang memiliki jadwal kerja padat namun ingin menguasai dasar bahasa Jepang secara efektif. 


Dalam Part 1 ini (Hari ke-1 sampai ke-7), kita akan fokus membangun fondasi terpenting, yaitu penguasaan huruf Hiragana, Katakana, serta sistem penanggalan Jepang yang unik. 


Materi ini disusun berdasarkan pengalaman saya mengikuti Pelatihan Bahasa Jepang dari Disnakertrans Jabar, sehingga poin-poin yang diajarkan sangat praktis dan relevan untuk pekerja sibuk yang sedang persiapan ujian N5 atau mencari side hustle.


Hari Ke-1: Membangun Fondasi Dasar

Di hari pertama pelatihan ini, Anda akan diberikan gambaran mengenai apa saja yang harus dikuasai untuk mencapai level N5. Secara garis besar, terdapat beberapa fokus utama pembelajaran ke depan:

  1. Hiragana (untuk penulisan kata asli dari bahasa Jepang, elemen tata bahasa dan cara membaca huruf Kanji).
  2. Katakana (untuk penulisan kata serapan dari bahasa asing).
  3. Kosakata (Kotoba).
  4. Pola Kalimat (Bunpou).
  5. Kanji.

Belajar bahasa Jepang tidak lengkap tanpa memahami budayanya. Salah satu yang paling penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja adalah prinsip 5S. Mari kita bedah satu per satu agar bisa kita praktikkan bersama:
  1. Seiri (Ringkas): Memisahkan barang yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan, serta membuang barang yang tidak lagi digunakan.
  2. Seiton (Rapi): Menyimpan barang yang diperlukan di tempat yang tepat agar mudah ditemukan.
  3. Seiso (Resik): Membersihkan tempat kerja dan peralatan secara rutin.
  4. Seiketsu (Rawat): Menjaga standar kebersihan dan kerapian yang telah dicapai secara konsisten.
  5. Shitsuke (Rajin): Membiasakan diri untuk disiplin menjalankan standar kerja yang berlaku.

Hari Ke-2: Belajar Hiragana

Tahap awal dalam belajar bahasa Jepang, yaitu mengenal huruf Hiragana. Huruf ini adalah fondasi utama yang berfungsi untuk: 
  1. Penulisan kata asli dari bahasa Jepang (bukan kata serapan dari bahasa asing).
  2. Elemen tata bahasa yang diantaranya, untuk menulis partikel (penanda fungsi kata) dan perubahan kata kerja serta kata sifat.
  3. Membantu cara membaca huruf Kanji.

Terdapat 46 huruf Hiragana dasar yang wajib dihafal untuk dapat membaca tulisan dalam bahasa Jepang. Mari kita lihat tabel di bawah ini untuk mulai mengenal huruf-hurufnya!

- A I U E O
Vokal a i u e o
K ka ki ku ke ko
S sa shi su se so
T ta chi tsu te to
N na ni nu ne no
H ha hi fu he ho
M ma mi mu me mo
Y ya - yu - yo
R ra ri ru re ro
W wa - - - wo/o
N n


Bila kita perhatikan, menghafal Hiragana sebenarnya cukup mudah karena memiliki pola yang teratur. Polanya terdiri dari huruf vokal (a, i, u, e, o) dan kombinasi konsonan yang diikuti vokal tersebut dengan urutan: k, s, t, n, h, m, y, r, w, serta satu huruf n yang berdiri sendiri.


Sebagai catatan, baris y dan w sedikit berbeda karena tidak memiliki pasangan vokal yang lengkap. Selain itu, ada keunikan pada beberapa bunyi yang menyimpang dari pola biasa, seperti bunyi shi, chi, tsu, dan fu. Perlu diingat juga, bahwa huruf wo pada umumnya diucapkan sama dengan vokal o. Mengenal pola dan keunikan ini sejak awal akan sangat mempercepat proses belajar kita!


Setelah mengenal 46 Hiragana dasar, kita akan mempelajari variasi bunyi yang disebut Dakuon dan Handakuon. Tenang, kita tidak perlu menghafal huruf baru! Kita hanya perlu menambahkan tanda kecil pada huruf dasar yang sudah ada:

  1. Dakuon: Menambahkan tanda petik dua (disebut dakuten) untuk mengubah bunyi konsonan menjadi lebih berat (contoh: ka menjadi ga). Dakuon adalah bunyinya, sedangkan Dakuten adalah tanda bacanya.
  2. Handakuon: Menambahkan lingkaran kecil seperti tanda derajat pada suhu (disebut handakuten). Handakuon ini berlaku untuk baris H saja, agar berubah menjadi bunyi p (contoh: ha menjadi pa). Handakuon adalah bunyinya, sedangkan Handakuten adalah tanda bacanya.    

Berikut ini adalah tabel variasi Hiragana untuk Dakuon:
Baris Dakuon Romaji
K → G が ぎ ぐ げ ご ga, gi, gu, ge, go
S → Z ざ じ ず ぜ ぞ za, ji, zu, ze, zo
T → D だ ぢ づ で ど da, ji, zu, de, do
H → B ば び ぶ べ ぼ ba, bi, bu, be, bo
 
Adapun untuk tabel variasi Hiragana untuk Handakuon:
Baris Handakuon Romaji
H → P ぱ ぴ ぷ ぺ ぽ pa, pi, pu, pe, po

Hari Ke-3: Belajar Katakana

Huruf Katakana digunakan untuk menulis kata serapan dari bahasa asing, diantaranya yaitu menulis nama-nama orang non-Jepang, nama negara di luar jepang hingga istilah-istilah yang bukan dari bahasa Jepang. Katakana juga memiliki 46 huruf dasar, yaitu sebagai berikut:


- A I U E O
Vokal a i u e o
K ka ki ku ke ko
S sa shi su se so
T ta chi tsu te to
N na ni nu ne no
H ha hi fu he ho
M ma mi mu me mo
Y ya - yu - yo
R ra ri ru re ro
W wa - - - wo
N n

Perhatikan bahwa bentuk Katakana jauh lebih geometris, kaku, dan tajam dibandingkan dengan Hiragana yang bentuknya cenderung luwes dan melengkung. Menganalisis perbedaan bentuk ini adalah cara termudah bagi kita untuk membedakan keduanya saat melihat sebuah teks Jepang secara utuh!

Sama halnya seperti Hiragana, dalam Katakana juga ada variasi bunyi Dakuon dan Handakuonnya. Berikut tabel Dakuon untuk Katakana:
Baris Dakuon Romaji
K → G ガ ギ グ ゲ ゴ ga, gi, gu, ge, go
S → Z ザ ジ ズ ゼ ゾ za, ji, zu, ze, zo
T → D ダ ヂ ヅ デ ド da, ji, zu, de, do
H → B バ ビ ブ ベ ボ ba, bi, bu, be, bo

Adapun untuk Handakuon Katakana, variasinya adalah sebagai berikut:
Baris Handakuon Romaji
H → P パ ピ プ ペ ポ pa, pi, pu, pe, po

Hari Ke-4: Aisatsu dan Ojigi

Dalam budaya Jepang, Aisatsu (salam sapaan) adalah fondasi penting dalam etika berkomunikasi. Aisatsu mencakup berbagai ungkapan mulai dari salam saat bertemu, berpisah, hingga ungkapan rasa syukur dalam kegiatan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa contoh Aisatsu yang paling sering digunakan:
Ohayou Gozaimasu
Selamat Pagi
Konnichiwa
Selamat Siang / Halo
Konbanwa
Selamat Malam
Arigatou Gozaimasu
Terima Kasih
Itadakimasu
Selamat Makan
Oyasuminasai
Selamat beristirahat / Selamat tidur

Dalam pengucapan Aisatsu, orang-orang Jepang biasa melakukannya sambil melakukan Ojigi (membungkuk). Terdapat tiga tingkatan dalam melakukan Ojigi berdasarkan situasi dan lawan bicaranya:
  1. Eshaku (membungkuk 15 derajat). Digunakan untuk salam santai kepada teman sebaya atau rekan kerja yang sudah akrab.
  2. Keirei (membungkuk 30 derajat). Ini adalah bentuk salam formal yang paling umum digunakan kepada atasan, orang yang baru dikenal, pelanggan.
  3. Saikeirei (membungkuk 45 derajat). Digunakan untuk menunjukkan rasa hormat yang sangat dalam, seperti saat meminta maaf secara formal atau bertemu dengan orang yang kedudukannya sangat tinggi. 

Perlu diperhatikan, dalam budaya Jepang posisi tangan saat membungkuk diatur sebagai berikut:
  1. Untuk Pria: Tangan diletakkan di samping paha, sejajar dengan garis jahitan celana. Pastikan telapak tangan terbuka dengan jari-jari rapat dan menempel di samping tubuh (jangan mengepal).
  2. Untuk Wanita: Posisi tangan kiri diletakkan di atas tangan kanan dengan jari-jari saling bertumpu secara anggun.

Hari Ke-5: Mengenal Angka

Meskipun dalam kehidupan sehari-hari orang Jepang sering menggunakan angka Arab (1, 2, 3) dan huruf Kanji, dalam tahap awal ini kita akan memfokuskan diri pada penulisan angka menggunakan Hiragana.

Alasannya sederhana, agar kita tahu cara mengucapkan angka tersebut dengan benar. Selain itu, menguasai Hiragana adalah kunci utama karena cara membaca huruf Kanji nantinya akan dituliskan menggunakan Hiragana.


Berikut ini adalah angka 1-10 dalam bahasa Jepang:

Angka Hiragana Romaji (Alfabet)
1 いち Ichi
2 Ni
3 さん San
4 よん / し Yon / Shi
5 Go
6 ろく Roku
7 なな / しち Nana / Shichi
8 はち Hachi
9 きゅう / く Kyuu / Ku
10 じゅう Juu
Catatan:
  • Romaji adalah sistem penulisan bahasa Jepang menggunakan huruf Alfabet yang kita gunakan sehari-hari, tujuannya agar kita lebih mudah melafalkan setiap kata bagi pemula.
  • Khusus untuk angka 4, 7, dan 9, terdapat lebih dari satu cara penyebutan. Dalam penghitungan dasar, orang Jepang umumnya menggunakan Yon (4), Nana (7), dan Kyuu (9) untuk mempermudah komunikasi dan menghindari kerancuan bunyi.
  • Jika diperhatikan secara seksama, pada penulisan Hiragana angka 9 (きゅう) dan 10 (じゅう), terdapat huruf yu kecil yang diikuti dengan huruf u. Ini menandakan adanya bunyi kombinasi (youon), sehingga huruf u dibaca agak panjang.

Untuk menyebut angka belasan (11-19) rumusnya adalah: 
Juu + [angka satuan]
Contoh:
  • Juu Ichi = 11 
  • Juu Ni = 12 
  • Juu San = 13 
  • Juu Yon = 14 
  • Juu Nana = 17 
  • Juu Kyuu = 19 

Untuk menyebut puluhan (20-99) rumusnya adalah:
[angka satuan puluhan] + Juu + [angka satuan]
Contoh:
  • Ni Juu = 20
  • Ni Juu Ichi = 21
  • Ni Juu Ni = 22
  • San Juu = 30
  • Yon Juu Roku = 46
  • Kyuu Juu Kyuu = 99

Angka 100 disebut Hyaku (ひゃく). Untuk menyebut ratusan (101-999) rumusnya adalah:
[angka satuan ratusan] + Hyaku + [rumus puluhan/rumus belasan/angka satuan]

Catatan:
  1. Khusus untuk angka 101-199, angka satuan ratusannya tidak perlu disebut (langsung gunakan Hyaku).
  2. Angka 300, 600 dan 800 memiliki keunikan dalam penyebutannya (akan dijelaskan lebih lanjut).

Contoh:
  • Hyaku Ichi = 101
  • Hyaku Ni = 102
  • Hyaku Juu = 110
  • Hyaku Juu Ichi = 111
  • Hyaku Ni Juu Ichi = 121
  • Hyaku Ni Juu Ni = 122
  • Ni Hyaku San Juu Ichi = 231
  • Ni Hyaku San Juu Ni = 232
  • Go Hyaku Yon Juu San = 543
  • Go Hyaku Yon Juu Yon = 544

Keunikan Perubahan Bunyi Angka 300, 600 dan 800:
  • 300 (San Byaku) - Bukan San Hyaku.
  • 600 (Roppyaku) - Bukan Roku Hyaku.
  • 800 (Happyaku) - Bukan Hachi Hyaku.

Contoh:
  • San Byaku Roku Juu Go = 365
  • San Byaku Roku Juu Roku = 366
  • Roppyaku Yon Juu Ni = 642
  • Roppyaku Yon Juu San = 643
  • Happyaku Kyuu Juu Ichi = 891
  • Happyaku Kyuu Juu Ni = 892
 
Angka 1.000 disebut せん (Sen). Untuk menyebut ribuan (1.001 - 9.999) rumusnya adalah: [angka satuan ribuan] + Sen + [rumus ratusan/puluhan/belasan/satuan].

Catatan: 
  1. Khusus untuk angka 1.001-1.999, angka satuan ribuannya tidak perlu disebut (langsung gunakan Sen).
  2. Angka 3.000 dan 8.000 memiliki keunikan dalam penyebutannya (akan dijelaskan lebih lanjut).

Contoh:
  • せん いち (Sen Ichi) = 1.001
  • せん に (Sen Ni) = 1.002
  • せん じゅう いち (Sen Juu Ichi) = 1.011
  • せん じゅう に (Sen Juu Ni) = 1.012
  • せん きゅう じゅう きゅう (Sen Kyuu Juu Kyuu) = 1.099
  • にせん じゅう ろく (Ni Sen Juu Roku) = 2.016
  • にせん じゅう なな (Ni Sen Juu Nana) = 2.017

Keunikan Perubahan Bunyi Angka 3.000 dan 8.000:
  • さんぜん (San Zen) = 3.000 (Bukan San Sen)
  • はっせん (Hassen) = 8.000 (Bukan Hachi Sen)

Contoh:
  • さんぜん ごひゃく (San Zen Go Hyaku) = 3.500
  • さんぜん ごひゃく いち (San Zen Go Hyaku Ichi) = 3.501
  • はっせん ろくじゅう に (Hassen Roku Juu Ni) = 8.062
  • はっせん ろくじゅう さん (Hassen Roku Juu San) = 8.063

Catatan:
Perhatikan penulisan Hiragana pada angka 8.000 (はっせん - Hassen). Di antara huruf Ha (は) dan Se (せ), terdapat huruf Tsu Kecil (っ) yang disebut Sokuon. Huruf ini tidak dibaca "tsu", melainkan berfungsi untuk menggandakan konsonan dari huruf setelahnya.
  • Karena huruf setelahnya adalah S (dari kata Sen), maka bunyi S tersebut menjadi ganda.
  • Dibaca Hassen (ada penekanan pada huruf S).

Hari Ke-6: Mengenal Jam dan Menit

Setelah memahami tentang cara penyebutan angka, tantangan kita selanjutnya adalah menerapkannya dalam keterangan waktu. Menyebutkan jam dalam bahasa Jepang sangatlah mudah, namun ada beberapa "aturan unik" yang wajib Anda perhatikan agar tidak salah ucap.

1. Rumus Dasar Menyebutkan Jam
Dalam bahasa Jepang, untuk menyebut jam (waktu) rumusnya adalah: [angka] + Ji
Contoh:
  • いちじ (Ichi Ji) = Jam 1.
  • にじ (Ni Ji) = Jam 2.
  • さんじ (San Ji) = Jam 3.
  • よじ (Yo Ji) = Jam 4 (Bukan よんじ / Yon Ji).
  • ごじ (Go Ji) = Jam 5.
  • ろくじ (Roku Ji) = Jam 6.
  • しちじ (Shichi Ji) = Jam 7 (Bukan ななじ / Nana Ji).
  • はちじ (Hachi Ji) = Jam 8.
  • くじ (Ku Ji) = Jam 9 (Bukan きゅうじ / Kyuu Ji).
  • じゅうじ (Juu Ji) = Jam 10.
  • じゅういちじ (Juu Ichi Ji) = Jam 11.
  • じゅうにじ (Juu Ni Ji) = Jam 12.

2.  Keunikan Jam 4, 7, dan 9
Dalam bahasa Jepang, angka 4, 7, dan 9 memiliki keunikan dalam pengucapannya, yaitu:
  • Jam 4: Menggunakan Yo, bukan Yon.
  • Jam 7: Menggunakan Shichi, bukan Nana.
  • Jam 9: Menggunakan Ku, bukan Kyuu.

3. Membedakan Pagi dan Malam
Bagaimana jika kita ingin menyebutkan jam 7 pagi atau jam 7 malam secara spesifik? Dalam bahasa Jepang, kita dapat menambahkan keterangan waktu sebelum penyebutan jam:
  • ごぜん (Gozen) untuk waktu tengah malam hingga sebelum tengah hari (Setara dengan AM dalam bahasa Inggris).
  • ごご (Gogo) untuk waktu tengah hari hingga sebelum tengah malam (Setara dengan PM dalam bahasa Inggris).
Berdasarkan uraian tersebut, maka rumus untuk membedakan pagi dan malam adalah: [Gozen/Gogo] + [angka] + Ji

Contoh:
  • ごぜん しちじ (Gozen Shichi Ji) = Jam 7 Pagi.
  • ごご しちじ (Gogo Shichi Ji) = Jam 7 Malam.
  • ごぜん くじ (Gozen Ku Ji) = Jam 9 Pagi.
  • ごご よじ (Gogo Yo Ji) = Jam 4 Sore.
  • ごぜん じゅうにじ (Gozen Juu Ni Ji) = Jam 12 dini hari (Jam 00.00).
  • ごご じゅうにじ (Gogo Juu Ni Ji) = Jam 12 siang.

4. Penyebutan Setengah Jam (30 Menit)
Dalam bahasa Jepang, untuk menyebutkan "lewat 30 menit" atau "setengah", kita tidak perlu menyebutkan angka 30. Cukup tambahkan kata Han (はん) setelah angka jam, sehingga rumusnya adalah: [Gozen/Gogo] + [angka] + Ji + Han

Catatan: Gozen/Gogo bersifat opsional. Artinya, jika konteks waktunya sudah jelas (misalnya sedang berbicara di siang hari), kita cukup menggunakan rumus: [angka] + Ji + Han

Contoh (jika konteks waktu sudah jelas):
  • よじ はん (Yo Ji Han) = Jam 4 lewat 30 (Setengah 5).
  • しちじ はん (Shichi Ji Han) = Jam 7 lewat 30 (Setengah 8).
  • じゅうにじ はん (Juu Ni Ji Han) = Jam 12 lewat 30 (Setengah 1).

Contoh (jika konteks waktu belum jelas):
  • ごぜん しちじ はん (Gozen Shichi Ji Han) = Jam 7 lewat 30 pagi (Setengah 8 pagi).
  • ごご よじ はん (Gogo Yo Ji Han) = Jam 4 lewat 30 sore (Setengah 5 sore).
  • ごご くじ はん (Gogo Ku Ji Han) = Jam 9 lewat 30 malam (Setengah 10 malam).
  • ごぜん よじ はん (Gozen Yo Ji Han) = Jam 4 lewat 30 subuh/pagi (Setengah 5 pagi).
  • ごご いちじ はん (Gogo Ichi Ji Han) = Jam 1 lewat 30 siang (Setengah 2 siang).

5. Sekarang Jam Berapa ?
Setelah mengetahui cara menyebutkan jam, sekarang mari kita pelajari cara bertanya "Sekarang jam berapa?".

Untuk menyebutkan kalimat tersebut dalam bahasa Jepang adalah sebagai berikut:
いま なんじ です か (Ima nan-ji desu ka?)
Artinya: Sekarang jam berapa?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, cukup gunakan rumus: ima + [jam sekarang] + desu (です)Catatan: Kata desu dibaca des (huruf u tidak dibaca).

Contoh:
いま よじ です (Ima Yo Ji desu) = Sekarang jam 4.
いま しちじ はん です (Ima Shichi Ji Han desu) = Sekarang jam setengah 8.

Hari Ke:7 Tahun, Bulan, Tanggal, dan Hari

Hari Ke:7 Tahun, Bulan, Tanggal, dan Hari

Hari ini kita akan belajar cara mengimplementasikan pemahaman angka yang telah kita pelajari untuk menyebut tahun, bulan, tanggal dan hari.

1.  Menyebut Tahun Dalam Bahasa Jepang
Dalam bahasa Jepang, untuk menyebutkan tahun, rumusnya sangat mudah. Kita cukup menyebutkan angka tahunnya, lalu diikuti dengan kata Nen (ねん).

Contoh:
  • にせん じゅう ろく ねん (Ni Sen Juu Roku Nen) = Tahun 2016.
  • にせん にじゅう ろく ねん (Ni Sen Ni Juu Roku Nen) = Tahun 2026.
  • せん きゅうひゃく きゅうじゅう ねん (Sen Kyuu Hyaku Kyuu Juu Nen) = Tahun 1990.

Catatan: 
Khusus untuk tahun yang berakhiran angka 4, penyebutannya bukan Yon, melainkan menggunakan Yo.

Contoh:
  • にせん にじゅう よねん (Ni Sen Ni Juu Yo Nen) = Tahun 2024.
  • せん きゅうひゃく きゅうじゅう よねん (Sen Kyuu Hyaku Kyuu Juu Yo Nen) = Tahun 1994.
  • はっせん さんじゅう よねん (Hassen San Juu Yo Nen) = Tahun 8.034.

2. Menyebut Bulan Dalam Bahasa Jepang
Penyebutan nama bulan dalam bahasa Jepang sangat mudah, karena rumusnya: [angka] + Gatsu (がつ).
Bulan Bahasa Jepang Keterangan
1
Januari
いちがつIchi Gatsu -
2
Februari
にがつNi Gatsu -
3
Maret
さんがつSan Gatsu -
4
April
しがつShi Gatsu Bukan Yon Gatsu
5
Mei
ごがつGo Gatsu -
6
Juni
ろくがつRoku Gatsu -
7
Juli
しちがつShichi Gatsu Bukan Nana Gatsu
8
Agustus
はちがつHachi Gatsu -
9
September
くがつKu Gatsu Bukan Kyuu Gatsu
10
Oktober
じゅうがつJuu Gatsu -
11
November
じゅういちがつJuu Ichi Gatsu -
12
Desember
じゅうにがつJuu Ni Gatsu -

3. Menyebut Tanggal Dalam Bahasa Jepang
Penyebutan tanggal dalam bahasa Jepang memiliki rumus umum: [Angka] + Nichi (にち). Namun, terdapat banyak pengecualian yang harus dihafalkan, karena banyak tanggal yang memiliki penyebutan khusus.

A. Tanggal Khusus
Tanggal Khusus adalah tanggal yang sama sekali tidak mengikuti aturan angka yang pernah kita pelajari dan tidak mengikuti rumus umum penyebutan tanggal. Tanggal khusus adalah:
  • Tanggal 1 sampai dengan tanggal 10
  • Tanggal 20
Tanggal Bahasa Jepang
Tanggal 1 ついたちTsuitachi
Tanggal 2 ふつかFutsuka
Tanggal 3 みっかMikka
Tanggal 4 よっかYokka
Tanggal 5 いつかItsuka
Tanggal 6 むいかMuika
Tanggal 7 なのかNanoka
Tanggal 8 ようかYouka
Tanggal 9 ここのかKokonoka
Tanggal 10 とおかTooka
Tanggal 20 はつかHatsuka

B. Tanggal 14 dan 24
Untuk tanggal 14 dan 24 penyebutan, yaitu sebagai berikut:
Tanggal Bahasa Jepang
Tanggal 14 じゅうよっかJuu Yokka
Tanggal 24 にじゅうよっかNi Juu Yokka

C. Tanggal Standar
Untuk tanggal standar mengikuti rumus: [Angka] + Nichi (にち). Berikut ini tabel tanggal standar dalam Bahasa Jepang:
Tanggal Bahasa Jepang
Tanggal 11 じゅういちにちJuu Ichi Nichi
Tanggal 12 じゅうににちJuu Ni Nichi
Tanggal 13 じゅうさんにちJuu San Nichi
Tanggal 15 じゅうごにちJuu Go Nichi
Tanggal 16 じゅうろくにちJuu Roku Nichi
Tanggal 17 じゅうしちにちJuu Shichi Nichi
Tanggal 18 じゅうはちにちJuu Hachi Nichi
Tanggal 19 じゅうくにちJuu Ku Nichi
Tanggal 21 にじゅういちにちNi Juu Ichi Nichi
Tanggal 22 にじゅうににちNi Juu Ni Nichi
Tanggal 23 にじゅうさんにちNi Juu San Nichi
Tanggal 25 にじゅうごにちNi Juu Go Nichi
Tanggal 26 にじゅうろくにちNi Juu Roku Nichi
Tanggal 27 にじゅうしちにちNi Juu Shichi Nichi
Tanggal 28 にじゅう はちにちNi Juu Hachi Nichi
Tanggal 29 にじゅうくにちNi Juu Ku Nichi
Tanggal 30 さんじゅうにちSan Juu Nichi
Tanggal 31 さんじゅういちにちSan Juu Ichi Nichi
Catatan:
Untuk tanggal yang berakhiran 7 seperti 17 dan 27, kita menggunakan Shichi, bukan Nana.
  • Tanggal 17: Juu Shichi Nichi (Bukan Juu Nana Nichi)
  • Tanggal 27: Ni Juu Shichi Nichi (Bukan Ni Juu Nana Nichi)

Untuk tanggal yang berakhiran 9 seperti 19 dan 29, kita menggunakan Ku, bukan Kyuu.
  • Tanggal 19: Juu Ku Nichi (Bukan Juu Kyuu Nichi)
  • Tanggal 29: Ni Juu Ku Nichi (Bukan Ni Juu Kyuu Nichi)

4. Menyebut Hari Dalam Bahasa Jepang
Nama hari dalam bahasa Jepang sangat sistematis karena semuanya menggunakan akhiran Youbi (ようび). Berikut ini adalah nama hari-hari dalam bahasa Jepang:
Hari Bahasa Jepang
Senin げつようびGetsu Youbi
Selasa かようびKa Youbi
Rabu すいようびSui Youbi
Kamis もくようびMoku Youbi
Jumat きんようびKin Youbi
Sabtu どようびDo Youbi
Minggu にちようびNichi Youbi
5. Standar Penyebutan Tahun, Bulan, Tanggal dan Hari
Dalam bahasa Indonesia, kita biasa menyebutkan waktu dengan urutan: Hari/Tanggal → Bulan → Tahun. Namun, dalam bahasa Jepang, urutannya dibalik dari yang paling besar ke yang paling kecil.

Rumus Urutan Penulisan dan Penyebutan:
Tahun + Bulan + Tanggal + Hari

Contoh:
Misalkan kita ingin menyebutkan: "Selasa, 24 Februari 2026".
  • Tahun: にせん にじゅう ろく ねん (Ni Sen Ni Juu Roku Nen)
  • Bulan: にがつ (Ni Gatsu)
  • Tanggal: にじゅうよっか (Ni Juu Yokka)
  • Hari: かようび (Ka Youbi)

Maka digabung menjadi:
にせん にじゅう ろく ねん、にがつ にじゅうよっか、かようび
(Ni Sen Ni Juu Roku Nen, Ni Gatsu Ni Juu Yokka, Ka Youbi)

Demikian pembelajaran hari ke-1 sampai dengan hari ke-7 dari 90 hari belajar bahasa Jepang N5 berdasarkan pengalaman saya mengikuti Pelatihan Bahasa Jepang yang dilaksanakan oleh Disnakertrans Jabar.

Sampai jumpa di materi minggu kedua!