Bahasa Jepang N5 Part 4: Partikel Bahasa Jepang

Selamat datang di minggu ke-4 Pelatihan Bahasa Jepang N5. Setelah berhasil menyelesaikan pembelajaran minggu ke-3 tentang kata sifat berakhiran ~i dan kata sifat berakhiran ~na serta bagaimana cara memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang (jikoshoukai).

Pada pembelajaran minggu ke-4 ini, kita akan membedah struktur kalimat, rahasia penggunaan partikel dalam bahasa Jepang serta menyatakan bentuk negatif dan bentuk lampau kalimat secara sopan.

Struktur Kalimat dan Partikel Bahasa Jepang
Partikel dalam bahasa Jepang

Banyak yang bilang pola kalimat bahasa Jepang itu 'terbalik' dibandingkan bahasa Indonesia, tapi sebenarnya, bahasa Jepang hanya punya cara unik dalam menyampaikan maksud. 

Yuk, kita bedah tuntas bagaimana cara menyusun kalimat yang natural dan benar secara tata bahasa, serta tentunya mudah dipahami!

Hari Ke-22: Struktur Kalimat Bahasa Jepang

1. Pola Kalimat

Dalam bahasa Indonesia, kalimat lengkap memiliki pola: SPOK (Subjek + Predikat + Objek + Keterangan). Namun, dalam bahasa Jepang kalimat lengkap memiliki pola: SKOP (Subjek + Keterangan + Objek + Predikat).

Memahami perbedaan pola ini sangat penting agar kita dapat menyusun kalimat bahasa Jepang secara benar. Penting untuk diketahui, dalam bahasa Jepang kita harus menunggu sampai akhir kalimat untuk tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh subjek tersebut.

Pola Bahasa Indonesia:
Saya (S) + makan (P) + ramen (O) + di restoran (K).

Pola Bahasa Jepang:
Saya (S) + di restoran (K) + ramen (O) + makan (P).

Contoh:
わたしは レストランで ラーメンを たべます。
(Watashi wa resutoran de raamen wo tabemasu).
Saya makan ramen di restoran

Bedah Struktur Kalimat:
  • わたし (watashi) = Saya (Subjek).
  • (wa) = Partikel yang berfungsi untuk menandai bahwa kata sebelumnya (watashi) adalah hal yang akan dijelaskan. Ketika menjadi partikel, huruf は (ha) dibaca wa. 
  • レストラン (resutoran) = Restoran (Keterangan tempat)
  • (de) = Partikel yang berfungsi menandai tempat terjadinya suatu aksi atau aktivitas.
  • ラーメン (raamen) = Ramen (Objek).  
  • (o) = Partikel yang menandai objek (penerima aksi) dari kata kerja. Ketika menjadi partikel, huruf を (wo) dibaca o.
  • たべます (tabemasu) = makan (sopan). 

2. Partikel
Dalam bahasa Jepang, partikel (joshi) diibaratkan seperti lem yang menghubungkan/merekatkan antar kata, sehingga menjadi kalimat utuh.

Tanpa partikel, kata-kata dalam bahasa Jepang hanyalah potongan puzzle yang berserakan. Kita mungkin tahu artinya per kata, tetapi kita tidak akan tahu hubungan antar kata tersebut. Dengan menggunakan partikel, kita dapat mengetahui:
  • Siapa yang melakukan aksi (Subjek).
  • Apa yang dilakukan (Aksi/Predikat).
  • Di mana aksi itu terjadi (Keterangan Tempat).
  • Kepada siapa atau apa aksi itu ditujukan (Objek).

Terdapat banyak partikel dalam bahasa Jepang, di antaranya は (wa), が (ga), で (de), の (no), に (ni), dan を (o).

Hari Ke-23: Partikel は (wa)

1. Penjelasan Partikel wa
Partikel wa ditulis dengan menggunakan huruf hiragana は(ha). Partikel ini menandai kata menjadi topik pembicaraan. Dalam bahasa Indonesia, kita menganggap pelaku yang melaksanakan suatu tindakan ataupun topik yang sedang dibicarakan dengan sebutan subjek, tanpa membedakan istilahnya.

Namun, dalam bahasa jepang kita perlu membedakan istilah antara subjek dan topik. Subjek adalah siapa yang melakukan tindakan, sedangkan topik adalah apa yang sedang dibicarakan. Untuk menegaskan siapa yang melakukan suatu tindakan (subjek), kita biasanya menggunakan partikel が (ga), sedangkan untuk membicarakan topik kita menggunakan partikel は (wa).

Perhatikan contoh berikut ini:
わたしは ラーメンを たべます。
(Watashi wa raamen wo tabemasu)
Saya sedang makan ramen.

わたしが ラーメンを たべます。
(Watashi ga raamen wo tabemasu)
Sayalah yang makan ramen

Dengan menggunakan partikel wa, kita sedang menjelaskan bahwa saya (sebagai topik pembicaraan) sedang makan ramen. Adapun dengan menggunakan partikel ga, kita sedang menegaskan bahwa yang sedang makan ramen adalah saya.

2. Penggunaan Partikel wa

Dalam percakapan sehari-hari, kita tidak selalu membuat kalimat lengkap dengan pola SPOK (bahasa Indonesia) atau SKOP (bahasa Jepang). Terkadang kita hanya membuat kalimat yang terdiri dari subjek/topik + predikat saja.

Contoh: 
Saya adalah Yamada. 
Dalam kalimat ini, saya adalah topik dan Yamada adalah kata benda yang berkedudukan sebagai predikat.

Dalam bahasa jepang: 
わたしはやまだです
(watashi wa yamada desu)

Hari Ke-24: Partikel の (no) dan を (o)

1. Penjelasan Partikel の (no)

Partikel の (no) berfungsi untuk menghubungkan dua kata benda: (kata benda urutan ke-1 + no + kata benda urutan ke-2) yang tujuannya, yaitu menggunakan kata benda urutan ke-1 untuk memperjelas informasi dari kata benda urutan ke-2 (kepemilikan, asal produk, hubungan/relasi, dan lain-lain).

Contoh menyatakan kepemilikan:
わたしの ほん
(Watashi no hon)
Buku saya (buku milik saya)

Contoh menyatakan asal produk:
にほんの くるま
(Nihon no kuruma)
Mobil Jepang (mobil buatan jepang)

Contoh menyatakan hubungan/relasi:
とうきょうだいがく の がくせい
(Toukyou daigaku no gakusei)
 Mahasiswa Universitas Tokyo

Contoh menyatakan material pembuat benda:
きんの ゆびわ
(Kin no yubiwa)
Cincin emas (cincin yang terbuat dari emas)

2. Penjelasan Partikel を (o)

Partikel を (o) berfungsi untuk menandai objek (penerima aksi) dari sebuah kata kerja. Ketika menjadi partikel, huruf hiragana を (wo) dibaca o.

Pola dasarnya adalah:
[Objek] + を (o) + [Kata Kerja]

Contoh :
みずを のみます。
(Mizu o nomimasu)
Artinya: Minum air.
(Air = Objek yang diminum)

ごはんを たべます。
(Gohan o tabemasu)
Artinya: Makan nasi.
(Nasi = Objek yang dimakan)

Jika dalam Bahasa Indonesia, kita menyebut kata kerja dulu kemudian objek, tetapi dalam bahasa Jepang kita menyebut objek dulu kemudian kata kerja. Apabila dalam suatu kalimat terdapat kata kerja, maka kata kerja diletakan paling akhir.

Hari Ke-25: Partikel に (ni) dan で (de)

1. Penjelasan Partikel に (ni)

Partikel に (ni) berfungsi sebagai penanda waktu yang bersifat pasti, penanda titik tujuan perjalanan dan penanda letak/keberadaan. Penanda waktu yang bersifat pasti, maksudnya adalah jam, hari, tanggal, bulan atau tahunnya sudah diketahui secara pasti.

A. Pananda Waktu Yang Bersifat Pasti
Pola kalimat untuk menyatakan pekerjaan pada waktu yang bersifat pasti, yaitu:
[waktu] + ni + [kata kerja]
Contoh:
ろくじに おきます。
(Roku ji ni okimasu)
Bangun pada pukul 6.

Waktu yang tidak spesifik seperti hari ini, besok, kemarin, minggu depan, tidak usah menggunakan partikel に (ni).

B. Penanda titik tujuan perjalanan (ke)
Pola kalimat untuk menyatakan titik tujuan dari sebuah perjalanan, yaitu:
[titik tujuan perjalanan] + ni + [kata kerja pergerakan]
Contoh:
がっこうに いきます。
(Gakkou ni ikimasu)
Pergi ke sekolah.

Catatan:
  • Kata kerja pergerakan, diantaranya ikimasu (pergi), kimasu (datang), atau kaerimasu (pulang).
  • Untuk partikel penanda titik tujuan perjalanan, kita mungkin akan menemukan ada orang yang menggunakan partikel へ (e).
  • Untuk saat ini, menggunakan partikel に (ni) adalah pilihan yang paling aman untuk penanda semua titik tujuan perjalanan.

C. Penanda letak/keberadaan (di)
Pola kalimat untuk menunjukkan dimana suatu benda atau orang berada, yaitu:
1). Untuk benda mati menggunakan pola:
[letak/keberadaan] + ni + arimasu (sopan)
Contoh:
つくえの うえに あります。
(Tsukue no ue ni arimasu)
Ada di atas meja.

2). Untuk benda hidup (manusia, kucing, ikan, dan lain-lain) menggunakan pola:
[letak/keberadaan] + ni + imasu (sopan)
Contoh:
あそこに います。
(Asoko ni imasu)
Ada di sana.

2. Penjelasan partikel で (de)

Partikel で (de) digunakan untuk menandai tempat terjadinya suatu aktivitas dan alat/sarana untuk melakukan suatu pekerjaan.

A. Tempat Terjadinya Suatu Aktivitas
Pola kalimat untuk menunjukkan tempat terjadinya suatu aktivitas, yaitu:
[tempat] + de + [kata kerja]
Contoh:
としょかんで べんきょうします。
(Toshokan de benkyoushimasu)
Belajar di perpustakaan.

Catatan:
  • Meskipun sama-sama menunjukkan tempat, partikel に (ni) dan で (de) memiliki perbedaan dalam penggunaannya.
  • Partikel  に (ni) menunjukkan tempat keberadaan suatu benda atau orang, sedangkan partikel で (de) menunjukkan tempat suatu kegiatan dilaksanakan. 

B. Alat/Sarana Untuk Melakukan Pekerjaan
Pola kalimat untuk menyatakan alat/sarana yang digunakan dalam melakukan suatu pekerjaan, yaitu:
[Alat] + de + [kata kerja] 
Contoh:
はしで たべます。
(Hashi de tabemasu)
Makan dengan (menggunakan) sumpit.

バスで いきます。
(Basu de ikimasu)
Pergi dengan (naik) bus.

Hari Ke:26: Bentuk Negatif Kata Kerja (Sopan)

Sebelumnya kita telah mempelajari kata kerja bentuk positif sopan seperti たべます(tabemasu), のみます(nomimasu), sekarang kita akan belajar cara menyatakan "tidak melakukan" sesuatu atau biasa disebut bentuk negatif.

Untuk menyatakan bentuk negatif sopan, kita hanya perlu mengganti akhiran ~masu (ます) menjadi ~masen (ません). Pola ini berlaku untuk semua jenis kata kerja, baik itu kata kerja kelompok 1, kata kerja kelompok 2 dan kata kerja kelompok 3.

Perhatikan tabel berikut ini!
Positif (~masu) Negatif (~masen) Arti
たべます tabemasu たべません tabemasen Makan → Tidak makan
のみます nomimasu のみません nomimasen Minum → Tidak minum
いきます ikimasu いきません ikimasen Pergi → Tidak pergi
ねます nemasu ねません nemasen Tidur → Tidak tidur
しま shimasu しません shimasen Melakukan → Tidak melakukan

Contoh Kalimat:
  • Subjek + Objek + Kerja わたしは にくを たべません。 Watashi wa niku o tabemasen. Saya tidak makan daging.
  • Waktu + Tempat + Kerja あした がっこうに いきません。 Ashita gakkou ni ikimasen. Besok (saya) tidak pergi ke sekolah.
  • Subjek + Objek + Kerja たなかさんは おさけを のみません。 Tanaka-san wa osake o nomimasen. Tuan Tanaka tidak minum alkohol.

Hari Ke 27: Bentuk Lampau Kata Kerja (Sopan)

1. Bentuk Lampau Positif (Sopan)

Untuk mengubah kata kerja positif sopan menjadi bentuk lampau, polanya yaitu mengganti akhiran ~masu (ます) menjadi ~mashita (まました). 

Perhatikan tabel berikut ini!
Sekarang (~masu) Lampau (~mashita) Arti
たべます tabemasu たべました tabemashita Makan → Sudah makan
のみます nomimasu のみました nomimashita Minum → Sudah minum
いきます ikimasu いきました ikimashita Pergi → Sudah pergi
べんきょうします benkyou-shimasu べんきょうしました benkyou-shimashita Belajar → Sudah belajar
Contoh Dalam Kalimat:
  • Waktu + Objek + Kerja けさ パンを たべました。 Kesa pan o tabemashita. Tadi pagi (saya) sudah makan roti.
  • Waktu + Tempat + Kerja きのう がっこうに いきました。 Kinou gakkou ni ikimashita. Kemarin (saya) sudah pergi ke sekolah.
  • Subjek + Kerja たなかさんは べんきょうしました。 Tanaka-san wa benkyou-shimashita. Tuan Tanaka sudah belajar.

2. Bentuk Lampau Negatif

Untuk menyatakan bahwa suatu aktivitas tidak dilakukan di masa lalu, polanya yaitu mengganti akhiran ~masu (ます) menjadi ~masen deshita (ませんでした).
Perhatikan tabel berikut ini!
Sekarang (~masu) Lampau Negatif (~masen deshita) Arti
たべます tabemasu たべませんでした tabemasen deshita Makan → Tadi/Kemarin tidak makan
のみます nomimasu のみませんでした nomimasen deshita Minum → Tadi/Kemarin tidak minum
いきます ikimasu いきませんでした ikimasen deshita Pergi → Tadi/Kemarin tidak pergi
ねます nemasu ねませんでした nemasen deshita Tidur → Tadi/Kemarin tidak tidur
Contoh Kalimat:
  • Waktu + Objek + Kerja けさ あさごはんを たべませんでした。 Kesa asagohan o tabemasen deshita. Tadi pagi (saya) tidak makan sarapan.
  • Waktu + Tempat + Kerja きのう がっこうに いきませんでした。 Kinou gakkou ni ikimasen deshita. Kemarin (saya) tidak pergi ke sekolah.
  • Subjek + Objek + Kerja たなかさんは おさけを のみませんでした。 Tanaka-san wa osake o nomimasen deshita. Tuan Tanaka (tadi/kemarin) tidak minum alkohol.

Hari ke-28: kata sifat ~i bagian dua

1. Kilas Balik Materi

Pada materi ke-15, kita telah mengetahui bahwa kata sifat berakhiran ~i (i-keiyoushi), yaitu:
  1. Kata sifat yang memiliki akhiran huruf vokal ~i pada bentuk kamus atau kata dasarnya.
  2. Kata sifat berakhiran -i dapat berubah bentuk untuk menunjukkan perbedaan waktu dan makna negatif.
  3. Perubahan dilakukan dengan mengganti akhiran ~i dengan akhiran tertentu sesuai waktu dan makna positif/negatif yang diinginkan.
  4. Dalam komunikasi formal, tambahkan で す diakhir kalimat untuk menjaga kesopanan.

Contoh:
Kalimat positif sekarang:
Langsung gunakan bentuk kamus dari kata sifat berakhiran ~i.
きょう は あつい です。
(Kyou wa atsui desu)
Hari ini panas.

Kalimat negatif sekarang:
Ganti akhiran ~i dengan akhiran ~kunai.
きょう は あつくない です。
(Kyou wa atsukunai desu)
Hari ini tidak panas.

Kalimat positif lampau:
Ganti akhiran ~i dengan akhiran ~katta.
きのう は あつかった です。
(Kinou wa atsukatta desu)
Kemarin panas.

Kalimat negatif lampau:
Ganti akhiran ~i dengan akhiran ~kunakatta.
きのう は あつくなかった です。
(Kinou wa atsukunakatta desu)
Kemarin tidak panas

2. Kalimat Tanya

Lalu bagaimana jika kita ingin membuat kalimat tanya? Caranya mudah, cukup tambahkan partikel か(ka)  setelah です (desu), sehingga menjadi ですか (desuka).
Contoh Kalimat Tanya
きょう は あつい ですか。
(Kyou wa atsui desuka)
Apakah hari ini panas?

Untuk merespon pertanyaan tersebut, kita bisa membalasnya dengan:
Jika jawabannya positif
はい、あつい です。
(hai, atsui desu)
Ya, panas.

Jika jawabannya negatif
いいえ、あつくない です。
(iie, atsukunai desu.)
Tidak, tidak panas.

Contoh Kalimat Tanya Lampau
きのう は あつかった ですか
(Kinou wa atsukatta desu ka)
Apakah kemarin panas?

Jika jawabannya positif
はい、あつかった です。
(hai, atsukatta desu)
Ya, (kemarin) panas.

Jika jawabannya negatif
いいえ、あつくなかった です。
(iie, atsukunakatta desu)
Tidak, (kemarin) tidak panas.

3. Kalimat Masa Yang Akan Datang

Untuk menyatakan kondisi di masa yang akan datang/ masa depan, kita menggunakan bentuk dasar kata sifat ~i yang sama dengan bentuk masa sekarang. Pembeda utamanya hanyalah kata keterangan waktu yang digunakan di awal kalimat.

Contoh kalimat masa yang akan datang positif
あした は あつい です。
(ashita wa atsui desu)
Besok akan panas.

Contoh kalimat masa yang akan datang negatif
あした は あつくない です。
(ashita wa atsukunai desu)
Besok tidak akan panas.

Contoh kalimat tanya masa yang akan datang
あした は あつい ですか。
(Ashita wa atsui desu ka)
Apakah besok akan panas?

Catatan:
Selain あした (ashita) = besok, untuk menyatakan masa yang akan datang dapat menggunakan:
  • あさって (asatte) = lusa.
  • らいしゅう (raishuu) = minggu depan.
  • らいげつ (raigetsu) = bulan depan.
  • らいねん (rainen) = tahun depan.

Untuk kalimat masa yang akan datang dan bersifat prediksi (seperti ramalan cuaca), maka kita ganti akhiran ~desu menjadi ~deshou.
Contoh kalimat positif:
あした は あつい でしょう。
(ashita wa atsui deshou)
Besok mungkin akan panas.

Contoh kalimat negatif:
あした は あつくない でしょう。
(ashita wa atsukunai deshou)
Besok mungkin tidak akan panas.

Contoh kalimat tanya:
あした は あつい でしょうか。
(ashita wa atsui deshou ka)
Apakah besok kira-kira akan panas?

Luar biasa! Dengan menguasai materi minggu Ke-4 ini, kita sebenarnya sudah memiliki fondasi untuk membangun ribuan kalimat bahasa Jepang hanya dengan modal struktur SKOP dan pemahaman partikel yang tepat. Teruslah berlatih menggunakan pola yang ada untuk mendeskripsikan aktivitas harian kita.