Sabtu, 18 Desember 2021

Pengalaman mengikuti Tes Kesehatan Jiwa (MMPI) - Persyaratan Pemberkasan

Dalam proses pemberkasan seleksi masuk kerja, baik itu untuk persyaratan pemberkasan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun persyaratan untuk seleksi masuk kerja lainnya, para peserta tes biasanya diminta persyaratan yaitu surat keterangan kesehatan jiwa.

Soal-Soal Tes Kesehatan Jiwa - MMPI

Untuk mendapatkan surat keterangan kesehatan jiwa dapat diperoleh dengan cara mengikuti tes kesehatan jiwa. Berdasarkan pengalaman tes kesehatan jiwa yang pernah kami ikuti, tes kesehatan jiwa dibagi menjadi dua tes, yaitu sebagai berikut:

  1. tes tulis dengan cara mengisi 567 soal yang telah disediakan oleh pihak pemberi tes.
  2. tes wawancara yang dilakukan bersama dokter spesialis kejiwaan.

1. Tes Tulis
Pada saat tes tulis, pihak pemberi tes memberikan 1 buah buku yang berisi 567 soal serta 1 lembar kertas untuk digunakan sebagai lembar jawaban. Selanjutnya, pihak pemberi tes akan memberikan instruksi singkat terkait tata cara pengerjaan.

Secara singkat, kita diharuskan mengisi terlebih dahulu identitas (nama, tempat tanggal lahir, dll) serta keperluan tesnya (Pemberkasan CPNS, Pemberkasan PPPK, dll). Oleh sebab itu, sebaiknya kita mempersiapkan dari rumah alat tulis untuk pengerjaan tes (pulpen) serta KTP/Fotokopi KTP (untuk memudahkan mengisi identitas pada lembar jawaban atau jaga-jaga bila setelah tes diminta juga fotokopi KTP sebagai kelengkapan berkas).

Setelah mengisi identitas dan keperluan tes (disesuaikan dengan kebutuhan peserta). Selanjutnya, bacalah soal-soal secara cermat dan lingkari tanda plus (+) jika setuju atau tanda minus (-) jika tidak setuju.

Soal-soal yang diberikan pada dasarnya memeriksa kondisi kejiwaan kita, apakah kita memiliki masalah atau gangguan kejiwaan atau tidak. Berikut beberapa soal yang muncul pada tes kesehatan jiwa/ MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory).

1). Aku mempunyai nafsu makan yang baik
Penjelasan:
Kami menganalisis bahwa tujuan soal ini untuk memeriksa kecenderungan suasana hati (mood) yang dialami oleh peserta. Ketika suasana hatinya bagus, maka nafsu makan cenderung baik. Begitu pula sebaliknya, ketika suasana hati tidak bagus, maka nafsu makan cenderung tidak baik.

Suasana hati memiliki hubungan dengan kejiwaan, ketika suasana hati bagus (ceria, bahagia), maka kejiwaan cenderung stabil dan terhindar dari masalah-masalah kejiwaan. Begitu pula sebaliknya, ketika suasana hati tidak bagus (sedih, depresi), maka kejiwaan cenderung tidak stabil.

Berdasarkan analisis tersebut, sebaiknya pilihan jawaban yang dilingkari untuk soal tes kesehatan jiwa ini adalah tanda plus (+).

2). Ayahku (almarhum ayahku) adalah seorang yang baik
Penjelasan:
Kami menganalisis bahwa tujuan soal ini untuk memeriksa hubungan peserta dengan ayahnya. Apabila peserta merasa ayahnya adalah orang yang baik, maka dapat ditafsirkan bahwa suasana dilingkungan keluarganya cenderung harmonis serta peserta tidak memiliki trauma atau dendam terhadap ayahnya.

Hubungan yang harmonis dengan ayahnya, dapat ditafsirkan bahwa peserta tidak memiliki faktor-faktor yang dapat memicu adanya gangguan terhadap kejiwaan.

Apabila peserta merasa bahwa ayahnya adalah orang yang tidak baik, maka dapat ditafsirkan bahwa suasana dilingkungan keluarganya cenderung tidak harmonis atau bisa saja peserta memiliki trauma atau dendam kepada ayahnya (anak korban kekerasan fisik ayahnya).

Hubungan yang tidak harmonis dengan ayahnya, bahkan trauma atau dendam, dapat ditafsirkan bahwa peserta berpotensi memiliki faktor-faktor yang memicu terjadinya gangguan terhadap kejiwaan.

Berdasarkan analisis tersebut, sebaiknya pilihan jawaban yang dilingkari untuk soal tes kesehatan jiwa ini adalah tanda plus (+).

3). Pada waktu tertentu aku menangis dan tertawa tanpa dapat dikendalikan.
Penjelasan:
Arah soal ini cukup jelas, orang yang merasa pada waktu tertentu menangis dan tertawa tanpa dapat dikendalikan berpotensi memiliki gangguan kejiwaan. 

Meskipun menangis dan tertawa adalah hal yang normal pada waktu tertentu, misalnya menangis karena mengalami suatu musibah atau tertawa karena menonton acara komedi, namun titik tumpu dari soal ini adalah orang yang normal seharusnya dapat mengendalikan (lebih mudah beradaptasi/menyesuaikan dengan keadaan) terkait suasana hatinya (menangis dan tertawa).

Berdasarkan analisis tersebut, maka sebaiknya pilihan jawaban yang dilingkari untuk soal tes kesehatan jiwa ini adalah tanda minus (-).

2. Tes Wawancara
Setelah selesai menyelesaikan tes tulis, kemudian peserta akan melakukan tes wawancara bersama dokter spesial kejiwaan. Hal yang ditanyakan oleh dokter bervariasi, baik itu pertanyaan tentang aktivitas sehari-hari, pekerjaan, rumah tangga atau kesulitan-kesulitan yang sedang dialami.

Setelah wawancara selesai, peserta dipersilahkan untuk keluar ruangan dan menunggu hasil tes kesehatan jiwa yang dilakukan. Jika lulus, maka peserta akan mendapatkan surat keterangan yang menerangkan bahwa peserta sebagaimana dimaksud kejiwaannya sehat serta tidak memiliki gangguan kejiwaan. Adapun jika tidak lulus maka peserta akan diberikan kesempatan kembali satu kali untuk tes ulang (tidak dikenakan biaya tambahan).

Untuk biaya tes kesehatan jiwa berkisar dari Rp.250.000 s.d. Rp.500.000 (tergantung penyelenggara tes).

Demikian pengalaman tes kesehatan jiwa yang dapat kami sampaikan. Apabila ada kekeliruan, saran atau pertanyaan, silahkan sampaikan di kolom komentar.

Untuk mendapatkan informasi terbaru terkait Seleksi CPNS dan PPPK, dapat bergabung di channel telegram kami:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar