Bahasa Jepang N5 Part 5: Bentuk て (Te) dan Pola Kalimat

Selamat datang pada sesi Pelatihan Bahasa Jepang N5. Pada pembahasan Minggu ke-4, kita telah mempelajari struktur kalimat bahasa jepang yang memiliki perbedaan dengan struktur kalimat dalam bahasa Indonesia, penggunaan partikel dalam bahasa Jepang, serta mengubah kata kerja ke bentuk negatif dan bentuk lampau.

Materi Minggu Ke-5: Bentuk Te dan Pola Kalimat
Materi Minggu Ke-5 Pelatihan Bahasa Jepang N5

Pada pembahasan Minggu ke-5 kita akan memperdalam tentang na-keiyoushi (kata sifat berakhiran ~na), menyatakan perbandingan sederhana, menyatakan keberadaan, mengenal kata bantu bilangan serta mengetahui cara mengubah kata kerja ke dalam bentuk て (te). 

Hari Ke-29: Kata Sifat Berakhiran ~na (Bagian Dua)

1. Kilas Balik Materi
Pada hari ke-16, kita telah mempelajari bahwa kata sifat berakhiran ~na (na-keiyoushi), yaitu sebagai berikut:
  1. Apabila dalam bentuk kamusnya suatu kata sifat tidak berakhiran ~i, maka hampir dipastikan kata sifat tersebut adalah na-keiyoushi.
  2. Namun, jangan terjebak ada beberapa kata sifat pengecualian yang terlihat berakhiran ~i, tapi ternyata masuk kedalam kategori na-keiyoushi. Khusus untuk hal ini, maka kita wajib hapal kata sifat pengecualian tersebut.
  3. Akhiran ~na hanya muncul apabila na-keiyoushi langsung diikuti kata benda. Oleh sebab itu, jika na-keiyoushi tidak langsung diikuti kata benda, maka akhiran ~na tidak muncul.
  4. Akhiran ~na hanya muncul pada bentuk kalimat positif non-lampau (kalimat yang menyatakan waktu saat ini dan masa yang akan datang).
  5. Untuk menyatakan bentuk negatif dan bentuk lampau dalam kalimat yang mengandung na-keiyoushi, ada ketentuan yang harus kita patuhi.

Perhatikan contoh kalimat berikut ini!
A. Kalimat Positif Saat Ini

Kalimat positif saat ini (tanpa diikuti kata benda)
[kata benda] + wa + [kata sifat] + desu
まちは しずか です。
(machi wa shizuka desu)
Kotanya tenang.

Kalimat positif saat ini (diikuti kata benda)
[kata sifat] + akhiran ~na + [kata benda] + desu
しずかな まち です。
(shizuka na machi desu)
Kota yang tenang.

Catatan:
Bila kita perhatikan, akhiran ~na hanya muncul ketika kata sifat diikuti langsung oleh kata benda.

B. Kalimat Negatif Saat Ini

Kalimat negatif saat ini (tanpa diikuti kata benda)
[kata benda] + wa + [kata sifat] + janai + desu
まちは しずか じゃない です。
(machi wa shizuka janai desu)
Kotanya tidak tenang.

Kalimat negatif saat ini (diikuti kata benda)
[kata sifat] + janai + [kata benda] + desu
しずか じゃない まち です。
(shizuka janai machi desu)
Kota yang tidak tenang.

Catatan:
  • Untuk menyatakan bentuk negatif na-keiyoushi, caranya yaitu tambahkan ~janai setelah kata sifat.
  • Perhatikan juga, akhiran ~na tidak muncul pada kalimat ini meskipun diikuti kata benda. Alasannya, karena akhiran ~na hanya muncul untuk menyatakan kalimat positif non-lampau.

C. Kalimat Positif Lampau

Kalimat positif lampau (tanpa diikuti kata benda)
[kata benda] + wa + [kata sifat] + deshita
まちは しずか でした。
(machi wa shizuka deshita)
Kotanya dulu tenang.

Kalimat positif lampau (diikuti kata benda)
[kata sifat] + datta + [kata benda] + desu 
しずか だった まち です。
(shizuka datta machi desu)
Kota yang dulunya tenang.

D. Kalimat Negatif Lampau

Kalimat negatif lampau (tanpa diikuti kata benda) 
[kata benda] + wa + [kata sifat] + janakatta + desu
まちは しずか じゃなかった です。
(machi wa shizuka janakatta desu)
Kotanya dulu tidak tenang.

Kalimat negatif lampau (diikuti kata benda)
[kata sifat] + janakatta + [kata benda] + desu
しずか じゃなかった まち です
(shizuka janakatta machi desu)
Kota yang dulunya tidak tenang.

2. Kalimat Tanya

Untuk menyatakan kalimat tanya, kita hanya perlu menambahkan partikel  (ka) setelah penanda akhir kalimat. Pola ini berlaku unuk keseluruhan, baik positif, negatif, lampau atau non-lampau.
Contoh:
まちは しずか です か。
(machi wa shizuka desu ka)
Apakah kotanya tenang?

まちは しずか じゃない です か。
(machi wa shizuka janai desu ka)
Apakah kotanya tidak tenang?

まちは しずか でした か。
(machi wa shizuka deshita ka)
Apakah kotanya dulu tenang?

まちは しずか じゃなかった です か。
(machi wa shizuka janakatta desu ka)
Apakah kotanya dulu tidak tenang?

3. Kalimat Masa Yang Akan Datang

Dalam bahasa Jepang, tidak ada perubahan bentuk kata sifat khusus untuk menyatakan masa depan. Kita menggunakan pola yang sama dengan Kalimat Positif/Negatif saat ini.

Untuk memperjelas bahwa kalimat tersebut merujuk pada masa yang akan datang, kita cukup menambahkan keterangan waktu seperti: besok, minggu depan, atau tahun depan di awal kalimat.
Contoh:
あしたは しずか です。
(ashita wa shizuka desu)
Besok (kondisinya) akan tenang.

4. Catatan Tambahan

Dalam percakapan bahasa jepang, kita akan menemukan beberapa cara untuk menyatakan bentuk negatif (tidak/bukan) seperti ja arimasen dan dewa arimasen. Namun, untuk saat ini agar memudahkan pemahaman kita pelajari terlebih dahulu janai desu, sehingga otak kita tidak terbebani dengan beban kognitif yang berlebihan.

Hari Ke-30: Menyatakan Perbandingan Sederhana

1. Menggunakan Yori
Dalam bahasa Indonesia, ketika kita ingin membandingkan dua hal kita bisa menggunakan pola:
[kata benda 1] + lebih + [kata sifat] + daripada + [kata benda 2]
Contoh: kereta lebih cepat daripada bus.
Adapun dalam bahasa Jepang, ketika kita ingin membandingkan dua hal kita bisa menggunakan partikel より (yori) dengan pola sebagai berikut:
[kata benda 1] + wa + [kata benda 2] + yori + [kata sifat] + desu
Contoh:
でんしゃ は バス より はやい です。
(densha wa basu yori hayai desu)
Kereta lebih cepat daripada bus.

2. Menggunakan No Hou Ga
Terkadang dalam membandingkan suatu hal, jika konteksnya sudah jelas kita tidak menyebutkan [kata benda 2] sebagai pembandingnya. Contoh: Mobil ini lebih murah.
Untuk menyebutkan kalimat tersebut dalam bahasa jepang, kita menggunakan pola:
[kata benda] + no + hou + ga + [kata sifat] + desu
Contoh:
この くるま の ほう が やすい です。
(kono kuruma no hou ga yasui desu)
Mobil ini (yang) lebih murah.

3. Menggunakan Ga Ichiban
Untuk menyatakan bahwa suatu hal paling bagus diantara semuanya, maka kita gunakan pola sebagai berikut:
[kata benda] + ga ichiban + [kata sifat] + desu
Contoh:
この かばん が いちばん たかい です。
(kono kaban ga ichiban takai desu)
Tas ini (yang) paling mahal.

Hari Ke-31: Menyatakan Keberadaan

Pada materi hari ke-25 tentang penggunaan partikel ni, kita telah bahas sekilas tentang bagaimana menyatakan keberadaan dengan menggunakan arimasu untuk benda yang tidak dapat bergerak sendiri dan tumbuhan serta imasu untuk makhluk hidup yang dapat bergerak sendiri (manusia, hewan). 

Lalu bagaimana dengan robot? Untuk robot masuk kedalam kategori benda mati karena bukan makhluk hidup, meskipun dapat bergerak sendiri.

Untuk menyatakan keberadaan suatu benda atau makhluk di suatu tempat, kita bisa menggunakan pola kalimat berikut ini:
[Tempat] + ni + [benda/makhluk hidup] + ga + [arimasu/imasu]
Contoh:
にわ に はな が あります。
(niwa ni hana ga arimasu)
Di taman ada bunga.

こうばん に けいさつかん が います。
(kouban ni keisatsukan ga imasu)
Di kantor polisi ada polisi.

Lalu bagaimana jika kita ingin menanyakan keberadaan suatu benda/makhluk hidup. Caranya cukup mudah, tambahkan partikel か (ka) setelah penanda akhir kalimat.
Contoh:
にわ に はな が ありますか。
(niwa ni hana ga arimasu ka)
Apakah di taman ada bunga?

こうばん に けいさつかん が いますか。
(kouban ni keisatsukan ga imasu ka)
Apakah di kantor polisi ada polisi?

Hari Ke-32: Kata Bantu Bilangan

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal kata bantu bilangan seperti selembar kertas, dua buah apel, atau tiga ekor kucing. Lembar, buah dan ekor adalah contoh dari kata bantu bilangan yang sering dipakai.

Bahasa Jepang pun memiliki sistem yang sama, bahkan lebih spesifik tergantung bentuk dan jenis bendanya. Terdapat banyak kata bantu bilangan じょすうし (josuushi) dalam bahasa Jepang dan akan kita pelajari bersama hari ini.

1. Penggunaan にん (Nin)

にん (nin) adalah kata bantu bilangan untuk menghitung jumlah orang/manusia. Misalnya tiga orang, empat orang, lima orang dan seterusnya. Khusus untuk satu orang dan dua orang memiliki penyebutan khusus, hitori (untuk satu orang) dan futari (untuk dua orang).
Perhatikan tabel berikut ini!
Jumlah ひらがな (Hiragana) Arti (Indonesia)
1 Orang ひとり hitori Satu orang
2 Orang ふたり futari Dua orang
3 Orang さんにん sannin Tiga orang
4 Orang よにん yonin Empat orang
5 Orang ごにん gonin Lima orang
6 Orang ろくにん rokunin Enam orang
7 Orang しちにん / ななにん shichinin / nananin Tujuh orang
8 Orang はちにん hachinin Delapan orang
9 Orang きゅうにん kyuunin Sembilan orang
10 Orang じゅうにん juunin Sepuluh orang
Contoh Kalimat:
きょうしつ に がくせい が さんにん います。
(Kyoushitsu ni gakusei ga sannin imasu)
Di kelas ada 3 orang siswa.

2. Penggunaan だい (Dai)
だい (dai) digunakan sebagai kata bantu bilangan untuk menghitung mesin, alat elektronik atau kendaraan.
Jumlah ひらがな (Hiragana) Arti (Indonesia)
1 Unit いちだい ichidai Satu unit
2 Unit にだい nidai Dua unit
3 Unit さんだい sandai Tiga unit
4 Unit よんだい yondai Empat unit
5 Unit ごだい godai Lima unit
6 Unit ろくだい rokudai Enam unit
7 Unit ななだい / しちだい nanadai / shichidai Tujuh unit
8 Unit はちだい hachidai Delapan unit
9 Unit きゅうだい kyuudai Sembilan unit
10 Unit じゅうだい juudai Sepuluh unit
Contoh Kalimat:
じむしょ に パソコン が ごだい あります。
(Jimusho ni pasokon ga godai arimasu)
Di kantor ada 5 unit komputer.

3. Penggunaan まい (Mai)

まい (mai) adalah kata bantu bilangan yang digunakan untuk menghitung benda-benda yang tipis, rata, atau datar. Satuan ini digunakan untuk benda mati, sehingga dalam kalimat kita menggunakan kata kerja あります (arimasu).

Contoh benda yang menggunakan まい (mai):
  • かみ (Kami): Kertas / Dokumen kerja.
  • シャツ (Shatsu): Kemeja / Kaos.
  • さら (Sara): Piring.
  • きっぷ (Kippu): Tiket kereta/bus.

Perhatikan tabel berikut ini!
Jumlah ひらがな (Hiragana) Arti (Indonesia)
1 Lembar いちまい ichimai Satu lembar
2 Lembar にまい nimai Dua lembar
3 Lembar さんまい sanmai Tiga lembar
4 Lembar よんまい yonmai Empat lembar
5 Lembar ごまい gomai Lima lembar
6 Lembar ろくまい rokumai Enam lembar
7 Lembar ななまい / しちまい nanamai / shichimai Tujuh lembar
8 Lembar はちまい hachimai Delapan lembar
9 Lembar きゅうまい kyuumai Sembilan lembar
10 Lembar じゅうまい juumai Sepuluh lembar
Catatan: 
Untuk nanamai atau shicimai dapat digunakan secara bergantian. Namun, di tempat kerja yang bising (seperti pabrik), orang Jepang cenderung lebih sering menggunakan ななまい (nanamai). Mengapa? Karena しち (shichi) suaranya sangat mirip dengan angka いち (ichi - 1) atau はち (hachi - 8). Menggunakan nana akan mengurangi risiko salah dengar saat menghitung benda.

Contoh Kalimat:
きっぷ が きゅうまい あります。
(Kippu ga kyuumai arimasu).
Ada 9 lembar tiket.

4. Penggunaan ほん (Hon)

ほん (hon) adalah kata bantu bilangan untuk menghitung benda yang berbentuk panjang dan silinder (seperti batang atau botol). Berbeda dengan satuan だい (dai) atau まい (mai) yang polanya cenderung konsisten, satuan ほん (hon) memiliki perubahan bunyi yang cukup drastis.

Contoh benda yang menggunakan ~ほん (hon):
  • えんぴつ (Enpitsu): Pensil.
  • びん (Bin): Botol.
  • かさ (Kasa): Payung.
  • ネクタイ (Nekutai): Dasi.
  • チューブ (Chuubu): Tabung/Pipa (sering ada di pabrik).
Perhatikan tabel berikut ini!
Jumlah ひらがな (Hiragana) Arti (Indonesia)
1 Batang いっぽん ippon Satu batang
2 Batang にほん nihon Dua batang
3 Batang さんぼん sanbon Tiga batang
4 Batang よんほん yonhon Empat batang
5 Batang ごほん gohon Lima batang
6 Batang ろっぽん roppon Enam batang
7 Batang ななほん nanahon Tujuh batang
8 Batang はっぽん happon Delapan batang
9 Batang きゅうほん kyuuhon Sembilan batang
10 Batang じゅっぽん / じっぽん juppon / jippon Sepuluh batang
Catatan:
  • Perhatikan perubahan bunyi pada angka 1, 3, 6, 8 yang tidak mengikuti pola umum angka + hon.
  • Satu batang (ippon) bukan ichihon, tiga batang (sanbon) bukan sanhon, 6 batang (roppon) bukan rokuhon dan 8 batang (happon) bukan hachihon.

Contoh Kalimat:
つくえ の うえ に えんぴつ が にほん あります。
(Tsukue no ue ni enpitsu ga nihon arimasu)
Di atas meja ada dua batang pensil.

5. Penggunaan さつ (Satsu)

さつ (satsu) adalah kata bantu bilangan khusus untuk menghitung benda-benda yang berjilid, seperti buku, majalah, kamus, atau buku catatan (notebook). Karena buku adalah benda mati, kita tetap menggunakan あります (arimasu).

Contoh benda yang menggunakan さつ (satsu):
  • ほん (Hon): Buku.
  • ざっし (Zasshi): Majalah.
  • じしょ (Jisho): Kamus.
  • ノート (Nooto): Buku catatan.

Perhatikan tabel berikut ini!
Jumlah ひらがな (Hiragana) Arti (Indonesia)
1 Jilid いっさつ issatsu Satu jilid/buah
2 Jilid にさつ nisatsu Dua jilid/buah
3 Jilid さんさつ sansatsu Tiga jilid/buah
4 Jilid よんさつ yonsatsu Empat jilid/buah
5 Jilid ごさつ gosatsu Lima jilid/buah
6 Jilid ろくさつ rokusatsu Enam jilid/buah
7 Jilid ななさつ / しちさつ nanasatsu / shichisatsu Tujuh jilid/buah
8 Jilid はっさつ hassatsu Delapan jilid/buah
9 Jilid きゅうさつ kyuusatsu Sembilan jilid/buah
10 Jilid じゅっさつ / じっさつ jussatsu / jissatsu Sepuluh jilid/buah
Catatan:
Untuk angka 1, 8 dan 10 memiliki perubahan bunyi double konsonan.

Contoh Kalimat:
つくえ に ほん が いっさつ あります。
(Tsukue ni hon ga issatsu arimasu)
Di meja ada satu buah buku.

6. Penggunaan こ (Ko)

こ (ko) adalah kata bantu bilangan umum untuk menghitung benda-benda yang memiliki bentuk bulat, kotak, atau bentuk tak beraturan.

Contoh benda yang menggunakan こ (ko):
  • たまご (Tamago): Telur.
  • りんご (Ringo): Apel.
  • けしゴム (Keshigomu): Penghapus.
  • いし (Ishi): Batu.
  • はこ (Hako): Kotak.

Perhatikan tabel berikut ini!
Jumlah ひらがな (Hiragana) Arti (Indonesia)
1 Buah いっこ ikko Satu buah
2 Buah にこ niko Dua buah
3 Buah さんこ sanko Tiga buah
4 Buah よんこ yonko Empat buah
5 Buah ごこ goko Lima buah
6 Buah ろっこ rokko Enam buah
7 Buah ななこ / しちこ nanako / shichiko Tujuh buah
8 Buah はっこ hakko Delapan buah
9 Buah きゅうこ kyuuko Sembilan buah
10 Buah じゅっこ / じっこ jukko / jikko Sepuluh buah
Catatan:
Satuan こ (ko) memiliki perubahan bunyi menjadi double consonant pada angka 1, 6, 8, dan 10.

Contoh Kalimat:
かばん に けしゴム が にこ あります。
(Kaban ni keshigomu ga niko arimasu)
Di dalam tas ada dua buah penghapus.

Hari Ke-33: Bentuk て (Te)

Dalam struktur kalimat bahasa Jepang, kata kerja selalu berada di posisi paling akhir dalam suatu kalimat. Namun, bagaimana caranya agar bisa menggabungkan dua kata kerja atau lebih dalam satu kalimat. Jawabannya adalah dengan mengubah kata kerja ke dalam bentuk て (te).

Dalam materi pembelajaran bahasa Jepang N5 hari ke-12, 13 dan 14, kita telah belajar cara membedakan kata kerja golongan 1, golongan 2 dan golongan 3 serta bagaimana cara mengubah kata kerja bentuk kamus menjadi bentuk sopan dengan mengubah kata kerja ke dalam bentuk ます (masu).

1. Kata Kerja Kelompok 2

Untuk mengidentifikasi apakah suatu kata kerja termasuk kedalam kata kerja kelompok 2, yaitu dengan memperhatikan ciri-cirinya:
  • Karena dalam percakapan sehari-hari, kita sering menggunakan bentuk ます (masu) agar terdengar sopan, maka kita identifikasi kata kerja yang sudah berbentuk sopan.
  • Perhatikan bunyi vokal suku kata sebelum ます (masu). 
  • Jika bunyi vokal suku kata sebelum ます (masu) berakhiran "e", maka kata kerja tersebut masuk kedalam kategori kata kerja kelompok 2. 
  • Namun, perlu diperhatikan ada beberapa kata kerja yang bunyi vokal suku kata sebelum ます (masu) berakhiran "i", tetapi masuk ke kata kerja kelompok 2, sehingga harus dihapal.

Setelah kita meyakini bahwa suatu kata kerja masuk kedalam kata kerja kelompok 2, maka untuk mengubah kata kerja ini kedalam bentuk て (te) sangatlah mudah, yaitu ganti akhiran ます (masu) menjadi て (te).

Perhatikan tabel berikut ini!
Bentuk ます (Masu) Bentuk て (Te) Arti (Indonesia)
たべます tabemasu たべて tabete Makan
ねます nemasu ねて nete Tidur
あけます akemasu あけて akete Membuka
しめます shimemasu しめて shimete Menutup
おしえます oshiemasu おしえて oshiete Mengajar / Memberitahu
つけます tsukemasu つけて tsukete Menyalakan (Lampu/Alat)
でます demasu でて dete Keluar
Catatan:
  • Kata kerja kelompok 2 adalah kata kerja yang paling mudah perubahan bentuknya, dibandingkan kata kerja kelompok 1 dan 3.
  • Kata kerja kelompok 2 disebut ichidan doushi (kata kerja satu tingkat/baris).
  • Alasannya, karena perubahan berbagai bentuk kata kerja (kata kerja bentuk kamus, bentuk ~masu, bentuk ~te dan bentuk lainnya, vokal suku kata sebelum akhirannya akan selalu tetap di baris vokal yang sama.  
  • jika bunyi vokal suku kata sebelum akhirannya huruf "e" maka akan seterusnya huruf "e". 
  • Begitupula jika jika bunyi vokal suku kata sebelum akhirannya huruf "i" maka akan seterusnya huruf "i".

Selanjutnya, berikut ini adalah kata kerja yang bunyi vokal suku kata sebelum ます (masu) berakhiran "i", tetapi masuk ke kata kerja kelompok 2, sehingga harus dihapal, yaitu:
Bentuk ます (Masu) Bentuk て (Te) Arti (Indonesia)
みます mimasu みて mite Melihat
おきます okimasu おきて okite Bangun Tidur
おります orimasu おりて orite Turun (Kendaraan)
かります karimasu かりて karite Meminjam
あびます abimasu あびて abite Mandi

2. Kata Kerja Kelompok 3

Untuk mengidentifikasi apakah suatu kata kerja termasuk kedalam kata kerja kelompok 3, yaitu dengan memperhatikan ciri-cirinya:
  • Sama seperti sebelumnya, dalam materi ini kita akan identifikasi kata kerja yang sudah berbentuk sopan.
  • Kata kerja kelompok 3 hanya terdiri dari dua kata kerja saja, yaitu きます (kimasu) yang artinya datang dan します (shimasu) yang artinya melakukan.
  • Meskipun kata dasarnya ada dua, kata kerja します (shimasu)  dapat dikombinasikan dengan kata benda. Hal ini membuat jumlah kata kerja kelompok 3 menjadi sangat banyak, namun mudah dipahami.
  • Jadi intinya apabila ada kata benda + します (shimasu), maka kata benda tersebut berubah menjadi kata kerja kelompok 3.

Setelah kita meyakini bahwa suatu kata kerja masuk kedalam kata kerja kelompok 3, maka untuk mengubah kata kerja ini kedalam bentuk て (te) sangatlah mudah, yaitu ganti akhiran ます (masu) menjadi て (te).

Perhatikan tabel berikut ini!
Bentuk ます (Masu) Bentuk ~て (Te) Arti (Indonesia)
します shimasu して shite Melakukan
きます kimasu きて kite Datang
べんきょうします benkyou-shimasu べんきょうして benkyou-shite Belajar
けっこんします kekkon-shimasu けっこんして kekkon-shite Menikah
りょうりします ryouri-shimasu りょうりして ryouri-shite Memasak
Catatan:
  • Kata kerja kelompok 3 disebut sebagai fukisoku doushi (kata kerja tidak beraturan).
  • Disebut tidak beraturan, alasannya karena kata kerja ini tidak memiliki satu aturan baku yang berlaku untuk semua jenis perubahan bentuk.
  • Meskipun dalam perubahan dari bentuk ます (masu) ke bentuk て (te) polanya terlihat konsisten (tinggal mengganti akhiran), namun jika dibandingkan dengan perubahan ke bentuk lainnya (seperti bentuk kamus atau bentuk negatif), huruf dasarnya akan berubah-ubah secara drastis.
  • Cara terbaik untuk menguasai perubahan kata kerja kelompok 3 adalah dengan menghafalnya.

3. Kata Kerja Kelompok 1

Untuk mengidentifikasi apakah suatu kata kerja termasuk kedalam kata kerja kelompok 1, yaitu dengan memperhatikan ciri-cirinya:
  • Sama seperti sebelumnya, dalam materi ini kita akan identifikasi kata kerja yang sudah berbentuk sopan (bentuk ~masu).
  • Perhatikan suku kata sebelum ~masu. Jika suku kata sebelum ~masu adalahい (i), ち (chi), り (ri), み (mi), に (ni), び (bi), き (ki), ぎ (gi), atau し (shi), maka kata kerja tersebut termasuk kedalam kata kerja kelompok 1.
  • Pastikan bahwa kita telah menghapal kata kerja kelompok 2 spesial yang suku kata sebelum ~masu berakhiran vokal "i" seperti mimasu, okimasu, abimasu, orimasu, karimasu dan lain-lain. 

Setelah kita meyakini bahwa suatu kata kerja masuk kedalam kata kerja kelompok 1, maka untuk mengubah kata kerja ini kedalam bentuk て (te), yaitu sebagai berikut:
A. Suku Kata い (i), ち (chi), り (ri)
Jika suku kata sebelum ます (masu) adalah い (i), ち (chi), atau り (ri), maka suku kata tersebut dihapus dan diganti dengan っ (tsu kecil) + て (te).

Perhatikan tabel berikut ini!
Akhiran Bentuk ます (Masu) Bentuk て (Te) Arti (Indonesia)
い (i) かいます kaimasu かって katte Membeli
ち (chi) まちます machimasu まって matte Menunggu
り (ri) とります torimasu とって totte Mengambil

B. Suku kata み (mi), に (ni), び (bi)
Jika suku kata sebelum ます (masu) berakhiran bunyi み (mi), に (ni), atau び (bi), maka suku kata tersebut dihapus dan diganti dengan ん (n) + で (de).

Perhatikan tabel berikut ini!
Akhiran Bentuk ます (Masu) Bentuk て (Te) Arti (Indonesia)
み (mi) よみます yomimasu よんで yonde Membaca
に (ni) しにます shinimasu しんで shinde Mati / Meninggal
び (bi) あそびます asobimasu あそんで asonde Bermain
み (mi) のみます nomimasu のんで nonde Minum

C. Suku Kata き (ki), ぎ (gi)
Jika suku kata sebelum ます (masu) berakhiran bunyi き (ki) atau ぎ (gi), maka suku kata tersebut dihapus dan diganti dengan:
  1. Jika suku katanya き (ki), maka bentuk て (te) berubah menjad: い (i) + て (te). 
  2. Jika suku katanya ぎ (gi), maka bentuk て (te) berubah menjad: い (i) + で (de). 

Perhatikan tabel berikut ini!
Akhiran Bentuk ます (Masu) Bentuk て (Te) Arti (Indonesia)
き (ki) かきます kakimasu かいて kaite Menulis
き (ki) はたらきます hatarakimasu はたらいて hataraite Bekerja
ぎ (gi) およぎます oyogimasu およいで oyoide Berenang
ぎ (gi) いそぎます isogimasu いそいで isoide Bergegas / Terburu-buru

Catatan:
  • Meskipun berakhiran suku kata き (ki), kata いきます (ikimasu) yang berarti "pergi" tidak mengikuti aturan perubahan menjadi iite. 
  • Kata ini memiliki bentuk perubahannya sendiri yang wajib dihafal, yaitu いって (itte)

D. Suku Kata し (shi)
Jika suku kata sebelum ます (masu) berakhiran bunyi し (shi), maka suku kata tersebut tetap (tidak dihapus). Cukup ganti akhiran ます (masu) dengan て (te).

Perhatikan tabel berikut ini!
Akhiran Bentuk ます (Masu) Bentuk ~て (Te) Arti (Indonesia)
し (shi) はなします hanashimasu はなして hanashite Berbicara
し (shi) だします dashimasu だして dashite Mengeluarkan / Menyerahkan
し (shi) けします keshimasu けして keshite Menghapus / Mematikan (Lampu)
し (shi) かします kashimasu かして kashite Meminjamkan

Hari Ke-34: て (te) + ください (kudasai)

Sebelumnya kita mengetahui bahwa bentuk て (te) digunakan ketika ingin menyambungkan dua kata kerja atau lebih dalam satu kalimat. Dalam bahasa jepang, ください (kudasai) adalah kata kerja yang berasal dari kata くれる(kureru) yang mengalami perubahan menjadi bentuk permohonan/mempersilakan sopan.

Jika ada suatu kata kerja dalam bentuk て (te) ditambah ください (kudasai), maka artinya kita sedang meminta tolong/mempersilakan orang lain untuk melakukan suatu tindakan/pekerjaan sesuai dengan kata kerja dalam bentuk て (te) tersebut.

Pola kalimatnya untuk menyatakan permohonan sopan (tolong/silahkan), yaitu sebagai berikut:
[Kata Kerja Bentuk て] + ください
Contoh:
よんで ください。
(yonde kudasai)
Tolong baca / Silakan baca!
Catatan: yomimasu menjadi yonde (kata kerja kelompok 1).

まって ください。
(matte kudasai)
Tolong tunggu / Silakan tunggu!
Catatan: machimasu menjadi matte (kata kerja kelompok 1).

たべて ください。
(tabete kudasai)
Tolong makan / Silakan makan!
Catatan: tabemasu menjadi tabete (kata kerja kelompok 2).

きて ください。
(kite kudasai)
Tolong datang / Silakan datang!
Catatan: kimasu menjadi kite (kata kerja kelompok 3).

Untuk permohonan terdengar lebih sopan, kita juga dapat menambahkan kata すみません sebelum permohonan tersebut. すみません artinya maaf.
Contoh:
すみません、まって ください。
(Sumimasen, matte kudasai)
Maaf, silakan tunggu!

Hari Ke-35: て (te) + います (imasu)

Setelah mempelajari cara meminta tolong dengan  ください (kudasai), sekarang kita akan menggunakan bentuk て (te) untuk menyatakan suatu perbuatan atau kegiatan yang sedang berlangsung saat ini.

Jika kamu pernah mempelajari bahasa Inggris, bahwa ada kalimat yang menyatakan keadaan saat ini atau kebiasaan yang sering dilakukan dengan menggunakan present tense dan ada kalimat yang menyatakan pekerjaan yang sedang berlangsung atau present continuous tense.

Jika kamu pernah mempelajari bahasa Inggris, ada kalimat yang menyatakan keadaan saat ini atau kebiasaan yang sering dilakukan dengan menggunakan Present Tense (I eat), dan ada kalimat yang menyatakan pekerjaan yang sedang berlangsung atau Present Continuous Tense (I am eating).

Dalam bahasa Jepang, untuk menyatakan pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini (present continuous tense), pola kalimatnya yaitu sebagai berikut:
[Kata kerja bentuk て (te)] + います (imasu).
Contoh:
わたし は コーヒー を のんで います。
(Watashi wa koohii o nonde imasu)
Saya sedang minum kopi.
Konteks: Kalimat ini menunjukkan bahwa saat ini gelas kopi ada di tangan saya dan saya sedang melakukan aktivitas meminum kopi.

Bandingkan dengan kalimat ini!
わたし は コーヒー を のみます。
(Watashi wa koohii o nomimasu)
Saya minum kopi.
Konteks: Kalimat ini menunjukkan bahwa saya adalah seorang peminum kopi (kebiasaan). Kalimat ini menyatakan fakta umum tentang diri saya, bukan berarti saya sedang meminum kopi sekarang.

Selamat! Kita telah berhasil menyelesaikan rangkaian materi intensif dari Pelatihan Bahasa Jepang N5 Minggu ke-5. Dengan memahami materi ini kita dapat membandingkan berbagai objek secara tepat, serta menggunakan kata bantu bilangan yang presisi sesuai dengan jenis bendanya.

Kemudian, pemahaman kita dalam mengubah kata kerja ke dalam bentuk て (te) meningkatkan kemampuan dalam menyusun kalimat kompleks dalam bahasa Jepang khususnya dalam menyampaikan permohonan tolong secara sopan (te-kudasai) maupun menjelaskan aktivitas yang sedang berlangsung (te-imasu).Ganbatte kudasai!